Pesta Kesenian Bali

Topeng Prembon Duta Gianyar di PKB 2019 Dikritisi Pengamat Seni

Gianyar yang diwakili oleh Sanggar Cemeti Mas Payangan menampilkan sebuah garapan Topeng Prembon

Topeng Prembon Duta Gianyar di PKB 2019 Dikritisi Pengamat Seni
Dokumentasi Panitia PKB 2019
Parade Topeng Prembon dari Sanggar Cemeti Mas, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Duta Kabupaten Gianyar, Bali, saat tampil di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Bali, Senin (8/7/2019), serangkaian PKB ke-41 tahun 2019. Topeng Prembon Duta Gianyar di PKB 2019 Dikritisi Pengamat Seni 

Topeng Prembon Duta Gianyar di PKB 2019 Dikritisi Pengamat Seni

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Wayan Suharta sebagai seorang pengamat Parade Topeng Prembon di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 mengaku ada permasalahan dalam sesi dialog lawakan Topeng Prembon dari Duta Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, rata-rata setiap akan memulai dialog, para penampil menggunakan topik yang tak pantas dipertunjukan dalam sebuah panggung pementasan.

“Lawakannya agak mengacu ke porno, dialognya lebih ke arah itu,” ujarnya saat mengkritisi garapan Topeng Prembon Duta Kabupaten Gianyar yang tampil di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Senin siang (8/7/2019).

Sebab, kata dia, dalam pementasan yang berlangsung sejak pukul 11.00 Wita ini, tak sedikit para penonton yang berusia belia.

Meski mengundang tawa, namun tetap saja dalam berkesenian perlu memperhatikan etika.

Gianyar yang diwakili oleh Sanggar Cemeti Mas Payangan ini menampilkan sebuah garapan Topeng Prembon bertajuk Ki Baru Pas.

Kisah tersebut menyajikan sebuah cerita tentang permasalahan saat pra pelaksanaan upacara pernikahan yang akan digelar oleh I Gusti Ngurah Pacung Oka dengan Gusti Ayu Pacung.

Baca: Jangan Panik & Tetap Tenang, Ini yang Harus Kamu Lakukan Jika Tersesat saat Naik Gunung

Baca: Pria Ini Pakai Semua Bajunya Saat Naik Pesawat di Nice Agar Bebas dari Biaya Bagasi

Konflik yang dihadapi berupa tidak ditemukannya sebuah keris yang digunakan sebagai Nigas Tikar.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved