47 Gempa Bumi Susulan Terjadi Setelah Gempa Bumi 7,1 SR di Ternate

Aktivitas gempa susulan sudah mencapai 47 kali dengan magnitudo terbesar adalah M 4.9 dan terkecil M3.1.

47 Gempa Bumi Susulan Terjadi Setelah Gempa Bumi 7,1 SR di Ternate
Istimewa/ BMKG
Gempa bumi Maluku, Senin (24/6/2019) 

47 Gempa Bumi Susulan Terjadi Setelah Gempa Bumi 7,1 SR di Ternate

TRIBUN-BALI.COM, MALUKU UTARA – Pada Minggu (7/7/2019), pukul 22.08.42 WIB, terjadi gempabumi tektonik di wilayah laut di sebelah barat Kabupaten Kota Ternate.

Hasil analisis awal oleh BMKG gempabumi ini berkekuatan M=7,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=7,0.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,53 LU dan 126,18 BT, atau tepatnya berlokasi di dasar laut pada kedalaman 49 km pada jarak 133 km arah barat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Pasca gembabumi itu, tercatat hingga Senin (8/7/2019), pukul 12.45 WIB kemarin, aktivitas gempa susulan sudah mencapai 47 kali dengan magnitudo terbesar adalah M 4.9 dan magnitudo terkecil M 3.1.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui keterangan resminya yang diterima tribun-bali.com, Selasa (9/7/2019).

Rahmat menambahkan saat gempabumi pertama 7,1 itu, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi berpotensi tsunami dengan level WASPADA untuk wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian Selatan.

Selanjutnya, berdasarkan hasil monitoring perubahan muka air laut pada 6 stasiun tide gauge di Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Sanana selama kurang lebih 2 jam.

Sesuai dengan SOP, tidak menunjukkan adanya anomali, maka peringatan dini tsunami diakhiri pada pukul 00.09 WIB tanggal 8 Juli 2019.

Berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Bitung dan Manado dengan intensitas IV-V MMI (dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), dan di Ternate III-IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kerusakan akibat guncangan gempa kuat di maluku utara semalam.

Dampak gempa maluku utara hanya menyebabkan terjadinya kepanikan yg luar biasa masyarakat.

Di Kota Manado beberapa rumah tembok mengalami retak pada bangunan tembok bangunan dengan kategori sangat ringan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved