Curi Ayam Lalu Dijual Lagi di Arena Tajen, Kadek S Kini Berurusan dengan Polisi

Kadek S asal Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani ini nekat mencuri ayam kemudian ia jual di arena tajen sehingga kini berurusan dengan polisi

Curi Ayam Lalu Dijual Lagi di Arena Tajen, Kadek S Kini Berurusan dengan Polisi
Polres Bangli
Kadek S saat menujukkan ayam curiannya, Senin (8/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Remaja putus sekolah, Kadek S (16), kini harus berurusan dengan polisi. Remaja asal Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani ini nekat mencuri ayam kemudian ia jual di arena tajen.

Peristiwa ini terjadi, Sabtu (29/6/2019), dan dilaporkan Rabu (3/7/2019).

Pencurian tersebut berlokasi di Subak Batu Kandik, Banjar Kubu Salya, Desa Sukawana, Kintamani. Kadek S menyasar dua ekor ayam aduan milik I Made Pujayasa.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengatakan, akibat pencurian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 3 juta.

“Kami telah medatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan serta pemeriksaan sejumlah saksi,” ungkapnya, Senin (8/7/2019).

Empat hari berselang, polisi menangkap Kadek S di wilayah Jalan Raya Kintamani. Dari tangannya, polisi menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan pencurian tersebut.

Satu di antaranya, seekor ayam jago dengan bulu warna hijau, kaki berwarna biru, dan kepala jambul.

“Pada saat dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui benar telah mengambil dua ekor ayam jantan (aduan) di pondokan milik I Made Pujayasa. Dua ayam tersebut memiliki ciri berbeda. Satu ekor memiliki bulu warna merah kaki kuning, dan satu ekor memiliki bulu warna hijau, kaki biru, dan kepala jambul,” ucapnya.

Berdasarkan pengakuan Kadek S pula, jelas AKP Sulhadi, aksi pencurian ini dilakukan pada pukul 22.30 Wita.

Dua ekor ayam yang semula disimpan dalam guungan (sangkar bambu), diambil kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kampil yang telah disiapkan dari rumah.

“Satu ekor ayam hasil curian, yakni dengan ciri berbulu merah dan kaki berwarna kuning oleh pelaku dijual di arena sabung ayam wilayah Angantaka, Kabupaten Badung seharga Rp 1 juta. Sedangkan seekor ayam hasil curian sisanya belum sempat dijual dan saat itu masih disimpan di sebuah kos wilayah Banjar Lambing, Desa Mambal, Kabupaten Badung,” jelasnya.

AKP Sulhadi mengatakan, pelaku merupakan siswa putus sekolah. Sedangkan uang hasil penjualan ayam curian itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lantaran ia belum bekerja.

“Saat ini kami masih pelaku masih dalam pemeriksaan oleh Satuan Reskrim Polres Bangli. Pelaku didampingi orang tuanya, mengingat dia masih dibawah umur. Atas kejadian ini, pelaku disangkakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved