Supported Content

Harapkan Produk Daging Ayam ASUH, Pemprov Bali Resmikan RPHU PT Charoen Pokphand

Harapkan Produk Daging Ayam ASUH, Pemprov Bali Resmikan RPHU PT Charoen Pokphand

Harapkan Produk Daging Ayam ASUH, Pemprov Bali Resmikan RPHU PT Charoen Pokphand
DOK Pemprov Bali
Peresmian RPHU dengan pengguntingan pita oleh Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. I Ketut Diarmita. 

TRIBUN-BALI.COM- Meningkatnya kebutuhan daging ayam untuk konsumsi masyarakat dari tahun ke tahun telah membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil atau rumah tangga.

Banyak pelaku usaha yang melakukan pemotongan ayam pada tempat-tempat yang tidak layak seperti daerah padat pemukiman dan kondisinya secara umum tidak memenuhi persyaratan secara hygiene sanitasi.

Sehingga daging ayam yang beredar di masyarakat kurang memenuhi persyaratan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Kondisi ini dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan .

Untuk itu hadirnya Rumah Potong Hewan Unggas (RPUH) di Tabanan diharapkan dapat menyiapkan ayam ASUH juga akan dapat memotivasi peningkatan produksi ternak ayam di Bali yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Bali.

Demikian sambutan Gubernur Bali, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana dalam acara peresmian RPHU PT Charoen Pokphand di Banjar Tireman, Desa Bengkel Sari, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Selasa (9/7/2019).

Lebih jauh dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan bahwasannya sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pangan merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali sehingga merupakan program pembangunan yang dipolakan dan diintegrasikan mulai dari hulu sampai hilir.

Didukung dengan terbitnya Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dimana didalamnya termasuk produk peternakan, maka toko swalayan, hotel, restoran dan katering wajib mengutamakan pemanfaatan produk peternakan lokal Bali paling sedikit 30% dari kebutuhan.

"Kebutuhan daging ayam di Bali mencapai 10,82 kg per kapita / tahun di Tahun 2018 dan diperkirakan akan terus naik. Untuk itu harus dibarengi dengan pertumbuhan peternakan ayam dan instrument pendukungnya seperti RPHU yang representatif. RPUH ini saya harapkan dapat memotivasi peningkatan produksi ternak ayam di Bali," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP menyampaikan bahwa keberadaan RPHU dengan persyaratan teknis yang memadai menjadi hal penting dalam penyediaan pangan asal hewan yang ASUH sehingga pangan asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat terjamin keamanannya .Dengan adanya fasilitas pendingin (cold storage) diharapkan dapat mencegah membanjirnya daging ayam di pasar yang dapat menyebabkan jatuhnya harga ayam. Disamping itu ia berharap daging ayam tidak hanya dijual sebagai ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan ataupun inovasi produk lainnya.

RPHU milik Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Bali ini dioperasikan dengan kapasitas produksi sebesar 2000 ekor ayam per jamnya dengan fasilitas pendingin hingga 45 ton untuk ayam segar, 50 ton untuk ayam beku dan 50 ton untuk Food Process Product. Kehadiran RPHU ini diharapakan dapat menunjang tuntutan kebutuhan daging ayam ASUH di Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia.

Presiden Direktur CPI, Thomas Effendy, berharap kehadiran RPHU ini dapat membantu menunjang tuntunan kebutuhan daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) di Bali, sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Tidak hanya menyediakan RPHU saja,berkat dorongan dari pihak pemerintah CPI juga terus kembangkan sampai dengan tahap pendistribusian.

"Kami berkomitmen untuk tidak berhenti sampai di RPHU saja, akan tetapi kami terus kembangkan sampai dengan tahap pendistribusian ke konsumen melalui gerai-gerai Prima Freshmart, yang sampai akhir tahun 2019 ini akan dibuka kurang lebih 600 gerai sehingga konsumen dapat langsung menikmati ayam beku ASUH yang telah diproses oleh RPHU kami, dengan harga cukup terjangkau,“ jelas Thomas Effendy.(*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved