Ijazah S1 Sudah Tak Menjamin Bisa Kerja di Denpasar, Begini Penjelasan Kadisnaker

Kami pahami bahwa di perkotaan tingkat pertumbuhan penduduk terus berlanjut apalagi adanya migrasi penduduk

Ijazah S1 Sudah Tak Menjamin Bisa Kerja di Denpasar, Begini Penjelasan Kadisnaker
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Suasana job fair Kota Denpasar hari pertama. "Tidak jaminan S1 itu dapat kerja, karena justru saya ke depan ingin generasi muda lebih awal punya keterampilan. Kalau masalah pendidikan ke sarjanaan sambil jalan bisa dicari," jelasnya. 

Ijazah S1 Sudah Tak Menjamin Bisa Kerja di Denpasar, Begini Penjelasan Kadisnaker

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar Denpasar hari ini tentang pernyataan Kadis Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi mengatakan, jumlah pengangguran sejak tahun 2016 mengalami penurunan.

Pameran bursa kerja atau job fair disebutnya menjadi satu di antara faktor penurunan angka pengangguran

Anom mengatakan, tahun 2016 persentase pengangguran di Kota Denpasar sebanyak 3.54 persen, tahun 2017 menjadi 2.63 persen, dan akhir tahun 2018 menjadi 1.82 persen.

"Di bandingkan rata-rata daerah perkotaan tingkat nasional itu besarannya 6 persen, kami sudah syukur, bukan berarti lengah. Kami pahami bahwa di perkotaan tingkat pertumbuhan penduduk terus berlanjut apalagi adanya migrasi penduduk," katanya usai pembukaan job fair, Selasa (9/7/2019) siang.

Baca: Ini Identitas Pelaku Perusakan Gereja Katolik Denpasar, Polisi Sebut Ini Alasannya

Baca: Sebelum Alami Pembuluh Darah Pecah, Tio Pakusadewo Sempat Vosting Video yang Kini Ramai Ditonton

Baca: Keterangan Resmi Pengurus KKP Keuskupan Pasca-perusakan Gereja Katolik Denpasar

Ia menambahkan semua yang datang ke ibukota umumnya non skil, sehingga harus ditangani dengan serius.

Terkait pengangguran, Anom mengatakan persentasenya seimbang antara tamatan S1, Diploma maupun tamatan SMK/SMA pada kisaran 22 sampai 24 persen.

Menurutnya tamatan S1 juga bukan jaminan untuk mendapat pekerjaan.

"Tidak jaminan S1 itu dapat kerja, karena justru saya ke depan ingin generasi muda lebih awal punya keterampilan. Kalau masalah pendidikan ke sarjanaan sambil jalan bisa dicari," jelasnya.

Kelemahan anak muda sekarang yakni tamat sarjana, namun tak memiliki keterampilan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved