Ratusan Warga Tianyar Barat Tanyakan Kepastian Bantuan Rumah kepada Pemkab Karangasem

Ratusan warga Desa Tianyar Barat memastikan bantuan bedah rumah yang berjumlah 400 unit agar tidak diotak-atik Pemkab Karangasem

Ratusan Warga Tianyar Barat Tanyakan Kepastian Bantuan Rumah kepada Pemkab Karangasem
Tribun Bali/Saiful Rohim
Warga Tianyar Barat berkumpul di Lapangan Tanah Aron, Jalan Ngurah Rai, Senin (8/7/2019). Mereka meminta Pemkab Karangasem segera memastikan bantuan bedah rumah. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ratusan warga penerima bantuan bedah rumah asal Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, menyambangi Kantor Bupati Karangasem, Senin (8/7/2019).

Warga datang untuk memastikan bantuan bedah rumah yang berjumlah 400 unit agar tidak diotak-atik Pemkab Karangasem.

"Warga datang untuk mastikan bantuan bedah rumah dari BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Badung," ujar Perbekel Tianyar Barat, Agung Pasrisak Juliawan yang ikut mendampingi warganya.

Bantuan bedah rumah dari BKK adalah upaya Pemkab Badung mengentaskan rumah tak layak huni di Karangasem.

Dengan ini juga diharapkan bisa menekan jumlah gelandangan dan pengemis di Desa Tianyar Barat. Ini sebab bantuan bedah rumah rumah 400 unit difokuskan di Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat.

"Satu unit rumah mendapat bantuan sekitar Rp 50 juta," ujarnya.

Ketua Forum Perbekel Bali, Gede Pawana meminta Pemkab Karangasem menuntaskan persoalan di Desa Tianyar Barat.

Sebab bantuan yang diberikan Badung belum mengakomodir semua warga miskin di Desa Tianyar Barat.

"Kami sangat mendorong agar Bupati Karangasem menyetujui bantuan bedah rumah dari BKK Badung digunakan untuk Desa Tianyar Barat. Sedangkan untuk desa lainnya biar dianggarkan tahun ke depan," harap Pawana yang merupakan Perbekel Duda Timur ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kaarangasem, I Made Suama mengatakan, bantuan bedah rumah dari BKK Badung tidak akan diotak-atik. Semuanya akan diberikan ke Desa Tianyar Barat.

"Warga datang untuk memastikan dan mempertegas jadi tidak mereka dapat bedah rumah. Cuma Ibu Bupati berhati-hati. Jangan sampai ada masalah setelah berjalan. Mereka sudah dipastikan akan dapat bantuan bedah rumah," ungkap Suama.

9.300 Rumah Rusak
Rumah tidak layak huni di Karangasem tersisa sekitar 9.300 unit.

Jumlah itu tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem. Paling banyak di Kecamatan Kubu, Bebandem, Kecamatan Karangasem, dan Manggis.

Made Suama berjanji akan melakukan perbaikan secara bertahap setiap tahun. Tahun ini perbaikan rumah tak layak huni mencapai 1.737 unit.

Rinciannya 1.049 unit bersumber dari APBD Kabupaten, 400 unit dari BKK Badung, sisanya bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementrian Perumahan dan tersebar dibeberapa Desa di Karangasem. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved