Sengketa Lahan Genah Melasti di Desa Adat Dharmajati, DPRD Buleleng Janjikan Mediasi

Desa adat mengklaim tanah tersebut berstatus laba desa dan sering dimanfaatkan untuk kegiatan upacara melasti sejak turun temurun

Sengketa Lahan Genah Melasti di Desa Adat Dharmajati, DPRD Buleleng Janjikan Mediasi
Tribun Bali/Ratu Ayu
Krama Desa Adat Dharmajati Tukadmungga membentangkan spanduk dan berorasi di depan kantor DPRD Buleleng, Senin (8/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Upaya krama Desa Adat Dharmajati Tukadmungga, Kecamatan Buleleng merebut lahan seluas 13,5 are tak pernah surut.

Warga mendatangi kantor DPRD Buleleng, Senin (8/7/2019). Mereka meminta bantuan kepada para wakil rakyat agar tanah desa dikembalikan.

Lahan yang terletak di wilayah Pantai Happy desa setempat telah lama disertifikatkan oleh warga Bangli bernama Wayan Angker.

Desa adat mengklaim tanah tersebut berstatus laba desa dan sering dimanfaatkan untuk kegiatan upacara melasti sejak turun temurun.

Memasuki tahun 2017 saat sedang Nganteg Linggih, warga kaget saat melihat lahan tersebut telah dipasangi pagar.

Dalam proses sengketa ini, mediasi pun sudah beberapa kali dilakukan terhitung sejak 2017 lalu. Namun tak pernah ada titik temu.

Baca: Mediasi Ke-3 Sengketa Genah Melasti, Warga Naik Tiga Truk Geruduk PN Singaraja

Dari pantauan di kantor DPRD Buleleng, kedatangan ratusan krama itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.

Selanjutnya beberapa perwakilan dari masyarakat itu dikumpulkan di ruang rapat gabungan.

Ada seruan dari masyarakat, saat mediasi nanti, para anggota dewan harus meminta kepada Wayan Angker untuk menunjukkan bukti kepemilikan lahannya.

Warga mendesak agar Angker dapat menjelaskan siapa  saja saksi yang dilibatkan saat pembuatan sertifikat tanah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved