Sudah Daftar di Swasta Balik ke Negeri, Ortu Siswa Pertanyakan SE Gubernur Terkait PPDB Optimalisasi

Ratusan orangtua murid beserta siswa yang baru lulus SMP mendatangi Kantor DPRD Bali di kawasan Renon, Denpasar, Senin (8/7).

Sudah Daftar di Swasta Balik ke Negeri, Ortu Siswa Pertanyakan SE Gubernur Terkait PPDB Optimalisasi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Ratusan orang tua murid mempertanyakan kejelasan status siswa khususnya yang belum mendapat sekolah baik di negeri maupun swasta di Wantilan Kantor DPRD Bali, Senin (8/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan orangtua murid beserta siswa yang baru lulus SMP mendatangi Kantor DPRD Bali di kawasan Renon, Denpasar, Senin (8/7).

Para orangtua siswa mempertanyakan kejelasan status anaknya, khususnya yang belum mendapat sekolah negeri maupun swasta.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Gubernur Bali terkait optimalisasi daya tampung dengan menggunakan NEM setelah diberlakukan sistem zonasi.

Kedatangan para orangtua siswa diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta, beserta anggota dewan lainnya di Wantilan Kantor DPRD Bali.

Orangtua murid, Nyoman Sukarja, menyampaikan dirinya sebagai orangtua merasa dijadikan korban sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri tahun ini. Pertama adalah korban sistem zonasi, dan kedua karena terbitnya SE Gubernur yang mempersyaratkan NEM.

Sukarja menerangkan saat pertemuan di DPRD Bali yang pertama, sebelum dilakukan pengumuman PPDB, memang ada wacana kebijakan optimalisasi daya tampung. Dan selanjutnya diputuskan seleksinya menggunakan NEM.

Yang terjadi kemudian adalah siswa yang sudah mendaftar di SMA swasta, juga ikut mendaftar di sekolah negeri. Hal itu membuat kesempatan untuk siswa yang belum diterima di mana-mana, baik negeri maupun swasta, menjadi berkurang.

“Memang SE itu menerima dengan seleksi NEM, tapi kenyataannya pada waktu pendaftaran PPDB optimalisasi banyak terjadi yang dulunya sudah mendaftar di sekolah swasta dan dia merasa NEM nya tinggi ikut seleksi di negeri. Itulah yang menyebabkan membludaknya pendaftar saat PPDB optimalisasi,” kata Sukarja.

Ia menyayangkan karena ada siswa yang sudah mendaftar di swasta dan merasa mempunyai NEM tinggi kemudian dia merebut lagi kursi di sekolah negeri yang kuotanya sangat terbatas.

“Memang ada persyaratan melampirkan surat pernyataan tidak mendaftar di sekolah swasta. Tapi bagaimana caranya sekolah bisa mengetahui bahwa si anak tersebut benar-benar tidak mendaftar di swasta?” tanyanya.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved