1.000 Hektare Lahan Pertanian di Tabanan Terancam Kering, Agung Kini Menanam Jagung

Dinas Pertanian Tabanan menyatakan 1000 hektare di kawasan Subak Aseman terancam kekeringan jika sama sekali tak pernah ada hujan selama musim kemarau

1.000 Hektare Lahan Pertanian di Tabanan Terancam Kering, Agung Kini Menanam Jagung
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Seorang petani menunjukkan tanaman jagungnya di Subak Aseman, Banjar Beranjingan, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selasa (9/7/2019) siang, hamparan sawah di Subak Aseman, Selemadeg Timur, Tabanan, tampak dipenuhi tanaman jagung. Petani setempat terpaksa menanam jagung karena krisis air.

Sudah lebih sebulan musim kemarau berjalan. Air pun tidak bisa didapat semudah di musim hujan.

Bahkan, Dinas Pertanian Tabanan menyatakan seribu hektare di kawasan Subak Aseman terancam kekeringan jika sama sekali tak pernah ada hujan selama musim kemarau. 

Menurut data dari Dinas Pertanian Tabanan, kekeringan berpotensi terjadi hampir di seluruh kecamatan yang ada di Tabanan.

Namun luas lahan yang paling banyak mengalami kekeringan berada di kecamatan Selemadeg Timur yakni sekitar 1.000 hektare. 

Di kecamatan-kecamatan lain, persentase ancaman kekeringan masih sangat kecil dibandingkan dengan di Selemadeg Timur.

Seorang petani, Agung (44) menyatakan, ia selalu menanam palawija jenis jagung setiap tahun saat musim kemarau.

Sebab, saat kemarau memang sudah rutin debit air mengecil, sehingga ia harus memilih menanam tanaman yang memerlukan air lebih sedikit. 

"Memang setiap kemarau pasti debit airnya mengecil. Khusus tahun ini, kami mendapat bantuan bibit dari pemerintah untuk menanam jagung. Boleh dikatakan, seluruh sawah di Selemadeg Timur itu ditanami palawija jenis jagung," ujar petani asal Banjar Beranjingan, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur. 

Dia melanjutkan, hasil yang diterima dari menanam jagung tak sebanyak hasil yang diterima dari menanam padi. Artinya, hasil yang diperoleh petani dari musim palawija ini jauh lebih sedikit. 

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved