Babak Baru Kasus Korupsi Bupati Cup Gianyar 2016, Tak Ada Kemewahan di Rumah Suasta

Suasana sunyi terlihat di rumah I Ketut Suasta, di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (9/7) pukul 13.45 Wita.

Babak Baru Kasus Korupsi Bupati Cup Gianyar 2016, Tak Ada Kemewahan di Rumah Suasta
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Warung milik Ketut Suasta, tersangka kasus korupsi Bupati Cup Gianyar 2016, di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, tutup, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Suasana sunyi terlihat di rumah I Ketut Suasta, di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (9/7) pukul 13.45 Wita.

Dalam satu pekarangan rumah tersebut, terdapat 2 kepala keluarga (KK).

Dan rumah Suasta berada di pojok atas dari pekarangan tersebut. Tidak ada penghuni rumah yang terlihat melakukan aktivitas di sana.

Perekonomian Suasta pun biasa aja. Suasta telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Bupati Cup Gianyar 2016 sebesar Rp 152 juta oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, Mei 2019 lalu.

Namun saat ini ia belum ditahan.

Pantauan Tribun Bali, kediaman Ketut Suasta yang tidak jauh dari Pura Samuantiga ini, tidak terlihat ada kemewahan.

Arsitektur bangunan rumah, tak satupun yang memakai ornamen ukiran ataupun prada emas. Berdasarkan sumber setempat, Suasta memang jarang berada di rumahnya.

Ia lebih sering berada di warungnya yang berada tak jauh dari rumah tersebut, tepatnya sekitar 30 meter dari rumahnya.

Namun lagi-lagi, Tribun Bali tak bisa bertemu dengan Suasta.

Sebab warung sederhana tersebut tutup. Namun di dalam warung yang menggunakan pintu rolling ini, ada seorang wanita, yang mengaku sebagai anak Suasta.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved