Desa Budeng Jembrana Kelola Mangrove 66 Hektare, Berdayakan KK Miskin dan Kelompok Perempuan

Mereka memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk dijadikan kerajinan tangan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)

Desa Budeng Jembrana Kelola Mangrove 66 Hektare, Berdayakan KK Miskin dan Kelompok Perempuan
Tribun Bali/Made Ardhiangga
KK miskin dari dua banjar dan kelompok perempuan dari Desa Budeng pun turut ikut andil dalam pengeloilaan hutan mangrovedi Desa Budeng, Jembrana 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Desa Budeng di Jembrana memiliki kawasan hutan mangrove seluas 66 hektare.

Hutan mangrove milik Kementerian Kehutanan itu kini dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Mertha Desa Budeng.

KTH Warna Mertha memberdayakan warga sekitar, terutama KK Miskin di dua Banjar Desa Budeng, yakni Banjar Budeng dan Banjar Delod Pangkung untuk pengelolaannya. Kelompok perempuan pun turut ikut andil.

Mereka memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk dijadikan kerajinan tangan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), seperti mengolah cairan pencuci piring, makanan atau roti garnis, kosmetik, dan bahan pewarna alami.

Sedangkan KK Miskin diberikan program pengolahan tambak.

Ketua KTH Wana Mertha, Putu Madiasa mengungkapkan pada awal tahun 1980-an, mangrove di kawasan Desa Budeng mati sejak ada investor yang membabat habis mangrove dan dijadikan tambak.

Akibatnya kawasan sungai menjadi panas dan tidak ada penghijauan. Tidak ada penghalang fatamorgana atau panas terik matahari sampai ke desa sebelah Desa Budeng yakni Desa Perancak.

"Jadi desa ini dulu kelihatan tandus. Sebagai ketua kelompok akhirnya kami berinisiatif mengembangkan atau reboisasi hutan mangrove," ucapnya Senin (8/7/2019).

Reboisasi pertama kali dilakukan sekitar 2011. Setelah pembibitan, kemudian dilakukan pengisian poly bag (memasukan tanah ke dalam plastik) untuk bakal bibit.

Enam bulan selanjutnya, dilakukan penanaman empat jenis mangrove yaitu lindur, tenger, dan dua mangrove dari jenis mangrove jangkar.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved