Intelektual Bali Kecam Rusaknya Peninggalan Situs Megalitik di WBD Subak Jatiluwih Tabanan

Penghancuran situs peninggalan bernilai sejarah peradaban Bali di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan tampaknya semakin menjadi-jadi.

Intelektual Bali Kecam Rusaknya Peninggalan Situs Megalitik di WBD Subak Jatiluwih Tabanan
Dokumentasi Puslit Subak Unud
Salah satu pura subak peninggalan megalitikum di Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan yang saat ini telah diganti dengan batu hitam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penghancuran situs peninggalan bernilai sejarah peradaban Bali di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan tampaknya semakin menjadi-jadi.

Semua bermula dari pencaplokan lahan sawah oleh pemilik modal (kapitalis), pembangunan helipad, dan kini ternyata peninggalan tradisi megalitik juga sudah dihancurkan.

Penelusuran rutin yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menemukan bahwa peninggalan tradisi megalitik di kawasan itu juga sudah dihancurkan.

Kepala Puslit Arkenas Kemendikbud I Made Geria mengatakan, bahwa peninggalan megalit itu ditaksir berumur 2000 tahun.

Tetapi kini peninggalan sejarah itu sudah lenyap, dan diganti dengan bangunan pelinggih yang baru dari batu hitam yang dilengkapi pula dengan patung macan.

Made Geria sangat menyesalkan perbuatan tersebut, karena menghilangkan sejarah subak yang paling di hulu, di kawasan DAS Sungai Ho.

“Bagaimana kita tahu sekarang sejarah subak itu. Jangan-jangan generasi penerus yang akan datang, mengira kawasan itu adalah kawasan hutan. Karena di sana ada patung binatang macan,” katanya.

Hal itu dikatakan Made Geria dalam acara FGD tentang Peradaban Air di Bali, bertempat di Hotel Sindhu Beach Hotel, Sanur, Senin (8/7/2019).

Pada penelusuran tahun 2007, kata dia, tercatat bahwa peninggalan megalitik itu masih ada.

Kini peninggalan megalit itu telah ditanam di dalam badan pelinggih yang baru dibangun dengan batu hitam.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved