Pelaku Perusakan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph Kini Dirawat di RSUP Sanglah
Saat hendak sembahyang, pelaku berdoa sambil menangis menitikkan air mata kemudian memeluk istrinya.
Penulis: Rino Gale | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaku perusakan altar Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph pada Selasa (9/7/2019) seorang pria berinisial ABD (55) kini telah dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
Hal tersebut dikatakan oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddy Setiawan saat ditemui di pelaksanaan Upacara Bhayangkara ke 73 di Lapangan Niti Mandala, Rabu (10/6/2019).
"Pelaku perusakan di Gereja Santo Yoseph kemarin, sudah kita amankan dan telah dilakukan interogasi. Namun, saat diamankan pelaku diam. Kemudian kita bawa dan dirawat di RSUP Sanglah," ujarnya.
Menurut hasil koordinasi dengan dokter RS Sanglah di unit UGD, pelaku mengalami depresi.
"Jadi pelaku ini memang mengalami depresi berat dan sering juga meminum obat tensi tinggi. Terkadang, ada satu titik kelemahannya yakni tiba-tiba menangis," jelasnya.
Lanjutnya, sebelum kejadian tersebut, dari pihak keluarga juga mengatakan bahwa suaminya agak bengong saat itu.
Saat hendak sembahyang, pelaku berdoa sambil menangis menitikkan air mata kemudian memeluk istrinya.
Namun setelah itu istrinya dibanting.
"Jadi kejadian ini tak ada unsur kriminalistas dan dia memang umat di gereja tersebut," ujarnya.
"Sampai sekarang saya ucapkan terimakasih kepada umat di gereja yang sangat kondusif," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gereja-kepundung-denpasar.jpg)