Perusakan Gereja Santo Yoseph Denpasar, Polisi Ungkap Penyebab Pelaku & Sempat Ditenangkan Istri

Pria berinisial ABD yang merusak Gereja Katolik Santo Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar, Selasa (9/7) pagi, diduga sedang mengalami depresi.

Perusakan Gereja Santo Yoseph Denpasar, Polisi Ungkap Penyebab Pelaku & Sempat Ditenangkan Istri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana di Gereja Katolik Santo Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar seusai terjadi perusakan, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Pria berinisial ABD yang merusak  Gereja Katolik Santo Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar, Selasa (9/7) pagi, diduga sedang mengalami depresi.

"Iya pelaku ABD depresi. Tapi terkait hal itu kita masih lakukan pemeriksaan lagi," kata Kapolsek Denpasar Timur  Kompol I Nyoman Karang Adiputra yang menangani kasus ini saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Namun, mantan Kapolsek Payangan, Gianyar itu belum menjelaskan lebih jauh mengapa pelaku depresi sampai melakukan perusakan di gereja.

ABD merupakan seorang wiraswasta, tinggal di kawasan Denpasar Barat.

Baca:  Serius Tol Baru dan Rel KA di Bali, Dianggap Sebagai Pintu Masuk Investasi Baru

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pada Selasa (9/7) sekitar pukul 09.00, ABD dan istrinya datang ke gereja untuk berdoa.

Tiba-tiba pelaku  menangis dan langsung mengamuk di dalam gereja.

Istrinya yang berusaha menenangkan pun tidak digubris.  

"Istri memeluk suaminya, tapi ternyata istrinya juga dibanting," kata Adiputra.

Pelaku  mengambil besi penyanggah salib lalu merusak dua buah patung malaikat, pot bunga, beberapa kursi dan guci.

Kapolsek Denpasar Timur belum bisa memastikan nilai kerugian akibat peristiwa itu.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved