Breaking News:

PKB 2020 Angkat Tema "Atma Kerti", Prof Bandem: Garapan dalam PKB Masih Lemah Kisah Moral

tema Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2020 mendatang yakni Atma Kerti: Penyucian Jiwa Paripurna

Dok. Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Sanggar Gamelan Tunas Mekar Colorado Amerika Serikat saat tampil di Madya Mandala, Taman Budaya (Art Center), Jumat (21/6/2019) serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bertempat di Ruang Rapat Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu (10/7/2019) digelar Diskusi Tematik Pesta Kesenian Bali XLII Tahun 2020.

Dalam diskusi tersebut disepakati bahwa tema payung PKB tahun 2020 – 2025 yakni Nangun Jiwa Prama Padma Bhuwana Bali dengan interpretasi Membangkitkan Spirit Budaya Menuju Bali Era Baru.

Sedangkan untuk tema PKB tahun 2020 yakni Atma Kerti: Penyucian Jiwa Paripurna.

Tema PKB tahun 2021 yakni Jana Kerti: Menguatkan Jati Diri, tema tahun 2022 Wana Kerti: Merawat Pohon Kehidupan, tahun 2023 dengan tema Danu Kerti: Memuliakan Hulu Amerta, tahun 2024 dengan tema Segara Kerti: Muara Kebhinekaan, dan tahun 2025 dengan tema Jagat Kerti: Harmoni Semesta Raya.

Saat diskusi tersebut, Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengatakan sebelumnya telah dicanangkan tema PKB tahun 2020 saat pemerintahan Gubernur Made Mangku Pastika yakni Akasacara: Menjelajah Angkasa, Membangun Dunia Maya.

Sugiartha mengatakan kedua hal tersebut yakni Atma Kerti dan Akasacara dapat berjalan sinergis dalam karya seni, dengan skema memadukan kearifan lokal dalam konteks global.

“Dengan mensinergikan kedua tema ini, keunggulan PKB 2020 akan ditandai dengan penerapan teknologi digital untuk mendukung penyajian seni tradisi,” paparnya.

Sehingga dalam pagelaran atau pementasan bisa dikemas dengan menggunakan unsur digital, misal ia mencontohkan ada penggunaan video mapping saat pembukaan PKB di Arda Candra.

“Dalam setiap pergelaran baik malam pembukaan, kolosal, maupun penutupan dapat menggunakan cerita-cerita tentang atma sesuai dengan tema Atma Kerti yang digali dari berbagai sumber dimana penyajiannya menggunakan teknologi digital. Penggunaan digital ini akan jadi sesuatu yang baru dalam PKB. Misal atma pergi ke sorga bisa divisualisasikan dengan video mapping,” katanya.

Selain itu, ia mengajukan usulan lomba baleganjur mengambil tema yang berbeda dari sebelumnya yang bersifat ramai, keras, dan menghentak menjadi lembut, menggugah rasa dan membuat rasa damai.

Lemah Kisah Moral
Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha juga menambahkan, adanya tematik dalam PKB ini baru dimulai sejak PKB tahun 1993 dengan gubernur saat itu IB Oka dengan tema yakni Swadarmaning Negara (Bela Negara).

Diskusi Tematik Pesta Kesenian Bali XLII Tahun 2020 di ruang rapat Padma Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu (10/7/2019).
Diskusi Tematik Pesta Kesenian Bali XLII Tahun 2020 di ruang rapat Padma Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu (10/7/2019). (Tribun Bali/Putu Supartika)

Hal itupun dikarenakan adanya kritik dari Fakultas Sastra Unud yang menyebutkan bahwa pementasan PKB miskin sastra.

“Tema ini mulai dibuat karena ada kritikan dari Unud yang menyebutkan PKB saat itu miskin sastra dalam setiap pementasannya. Maka dibuatlah tema-tema agar ada pemahaman sastranya,” katanya.

Sementara itu, pada awal-awal pelaksanaan PKB yakni tahun 1979 hingga beberapa tahun berikutnya sumber cerita yang diangkat hanya berkutat seputar Ramayana dan Mahabharata.

Akademisi dan budayawam, Prof Dr I Made Bandem mengatakan garapan-garapan yang ada lemah pada moral story (kisah moral).

Sehingga pada PKB tahun 2020 mendatang ia berharap moral story tersebut dimunculkan.

Secara garis besar menurut Bandem, penyelenggaraan PKB dari tahun 1979 hingga kini ada empat yakni kepahlawanan, percintaan, peruwatan atau penyucian, dan lelucon.

“Ada tema utama kepahlawanan, heroik dengan mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana. Ada tema percintaan yang dominan seperti cerita panji. Tema peruwatan atau penyucian, ada banyak cerita yang berisi peruatan seperti calonarang, Basur, Sudamala, hingga Ahmad Muhamad. Keempat yakni tema lelucon seperti Balang Tamak, I Belog,” katanya.

Bandem pun mengusulkan agar tahun 2020 mendatang yang digarap yakni tentang peruwatan sehingga sesuai dengan tema yakni Atma Kerti. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved