Viking Bali, Suporter Persib Bandung di Bali Jadi Keluarga di Perantauan

Viking Bali merupakan komunitas suporter Persib Bandung yang ada di Bali. Terbentuknya Viking Bali berawal dari sekelompok anak muda pecinta tim

Viking Bali, Suporter Persib Bandung di Bali Jadi Keluarga di Perantauan
Dok Viking Bali
Kegiatan Viking Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viking Bali merupakan komunitas suporter Persib Bandung yang ada di Bali.

Ketua Viking Bali, Jujun Junaedi berujar Viking Bali berdiri tanggal 21 Febuari 2010.

Ia bercerita terbentuknya Viking Bali berawal dari sekelompok anak muda pecinta tim sepakbola Persib Bandung yang ada di Bali, mereka pun bersatu dan berinisiatif untuk mendirikan Viking Bali sebagai wadah para bobotoh atau suporter Persib Bandung di Bali.

Awal berdiri di tahun 2010 jumlah anggota Viking Bali tidak terlalu banyak, hanya ada sekitar 10-20 orang namun seiring berjalannya waktu jumlah anggota yang ada di Viking Bali pun sekarang mencapai sekitar 500 orang.

Para anggota tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang ada di Bali.

“Jumlah anggota di tahun 2010 itu gak terlalu banyak, paling sekitar 10-20 orang , dan jumlah tersebut hingga kini berkembang sampai 2019, Alhamdulilah kita masih bertahan sampai sekarang dan jumlahnya itu sekitar 500 an kalau di total semuanya. Para anggota ada di setiap kabupaten/kota seperti Singaraja, Tabanan, Klungkung dan kabupaten lainnya. Anggota perempuan paling sekitar 10 persen dari jumlah anggota di Viking Bali,” ucapnya pada Tribun Bali di Jalan Karangsari, Denpasar, Bali, Selasa (9/7/2019).

Ia juga berkata para anggota Viking Bali pun sudah seperti keluarga kedua baginya dan tidak ada batasan antara ketua maupun anggota.

“Kita di sini Viking Bali  jadi keluarga semuanya, gak ada batasan antara ketua, anggota dan pengurus lain, kita semua jadi keluarga, kita ketemu sama teman-teman pecinta Persib yang ujung-ujungnya bisa seperti ini yaitu ngumpul, seperti keluarga sendiri, seperti keluarga kedua, selain keluarga di rumah, kita di perantauan juga punya keluarga yaitu keluarga Viking Bali itu sendiri,” ujarnya.

Selain melakukan kegiatan mendukung Persib Bandung, Viking Bali juga memiliki kegiatan lainnya jika tidak ada pertandingan seperti bakti sosial, pengajian, bermain futsal, bermain sepakbola maupun berlatih muaythai.

“Kita ada kegiatan futsal di hari Minggu, kita ada kegiatan main sepakbola di Lapangan Cokorda Pemecutan, dan ditambah lagi kegiatan baru yaitu Muaythai, untuk bela dirinya. Kita memilih muaythai karena simpel terus memang real buat di jalanan, buat jaga diri, karena kan kita memang basicnya suporter yang punya rivalitas yang cukuplah terkenal di Indonesia, makanya kita ngambilnya Muaythai yang lebih real saja gitu,“ katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved