Armada DLH Dibiarkan 'Ujan Kebusan', Tabanan Tak Punya Tempat Parkir Khusus

Sejumlah armada atau kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan tampak berjejer di areal parkir Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta

Armada DLH Dibiarkan 'Ujan Kebusan', Tabanan Tak Punya Tempat Parkir Khusus
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sejumlah armada atau kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan tampak parkir di areal parkir Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan, Bali, Rabu (10/7/2019). Armada DLH Dibiarkan 'Ujan Kebusan', Tabanan Tak Punya Tempat Parkir Khusus 

Armada DLH Dibiarkan 'Ujan Kebusan', Tabanan Tak Punya Tempat Parkir Khusus

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejumlah armada atau kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan tampak berjejer di areal parkir Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan, Rabu (10/7/2019).

Setiap harinya, kendaraan seperti salah satunya truk pengangkut sampah tersebut dibiarkan begitu saja.

Jika matahari terik, kendaraan dibiarkan terpapar sinar matahari, dan jika musim hujan dibiarkan terguyur hujan, orang Bali menyebutnya ujan kebusan (kehujanan dan kepanasan).

Hingga saat ini, DLH telah memiliki sedikitnya 30 unit armada.

Jumlah tersebut setiap harinya bekerja untuk melayani masyarakat dalam penanganan atau pengangkutan sampah.

Namun, dengan beban kerja yang berat, kendaraan ini terkesan kurang mendapatkan perhatian.

Baca: Jeruk Siam Murah Jelang Panen Raya, Wistawa Sebut Ini Harga Terendah

Baca: Hibah Pasar Badung Tunggu Tanda Tangan Presiden

Hal itu terbukti dengan tak disediakannya tempat teduh untuk parkir kendaraan yang berjasa mengangkut sampah itu.

"Ada beberapa truk yang masih di luar. Artinya yang di luar itu memang masih belum bisa masuk ke parkir kami ,sehingga terpaksa diletakkan di areal TMP dulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Rabu (10/7/2019).

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang berusaha mencari lahan parkir yang memang memadai.

Sebab, lahan parkir di Kota Tabanan sudah sangat susah sekali. Rencananya akan menggunakan lahan parkir di areal Museum Subak, Sanggulan, Kediri, Tabanan, Bali.

"Kami maunya coba pakai yang di area parkir Museum Subak. Tapi, itu katanya milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, sehingga saat ini masih koordinasi. Kami inginnya agar satu saja tempatnya," katanya.

Baca: Coach Teco Lebih Setuju Pakai Asisten Wasit Gawang Daripada VAR, Ini Alasannya

Baca: Keluarga Semangati Hariyanto, Pemilik Senpi Diganjar Penjara Delapan Bulan

Sebagia menjelaskan, untuk lahan parkir kendaraan atau armada seluruhnya harus mencari tempat luas.

Dan saat ini masih mencari lahan untuk bisa menampung seluruh kendaraan dalam satu tempat.

Selain itu, fasilitas umum seperti lampu dan tenaga pengamanan juga sangat diperlukan utnuk antisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi.

"Pengamanan juga sangat diperlukan, itu untuk antisipasi siapa tahu saat malam hari ada seorang oknum nakal yang melakukan perbuatan yang tidak diinginkan," ungkapnya.

"Intinya kami sedang berusaha mencari lahan parkir dan berkoordinasi dengan bagian aset di Pemkab Tabanan," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved