Begini Meriahnya Pesona Budaya Mertasari 4 yang Usung 'Asta Brata'

Asta Brata yang memiliki arti delapan ajaran utama tentang kepemimpinan yang disimbolkan dengan sifat-sifat dari dewa.

Begini Meriahnya Pesona Budaya Mertasari 4 yang Usung 'Asta Brata'
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Serangkaian pembukaan Pesona Budaya Mertasari 4 di di area parkir Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Kamis (11/7/2019). 

Begini Meriahnya Pesona Budaya Mertasari 4 yang Usung 'Asta Brata'

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar Denpasar hari ini tentang Pembukaan Pesona Budaya Mertasari 4 bertajuk "Asta Brata" yang berlangsung meriah, Kamis (11/7/2019).

Penonton memadati area parkir Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar, Bali.

Event tahunan yang digelar oleh Desa Sanur Kauh dan Karang Taruna Yowana Kerthi Buana Sanur Kauh berlangsung selama 4 hari, terhitung mulai tanggal 11-14 Juli 2019.

Ketua Panitia dan Ketua Karang Taruna Yowana Kerthi Buana Sanur Kauh, I Made Sudiana mengusung tema Asta Brata yang memiliki arti delapan ajaran utama tentang kepemimpinan yang disimbolkan dengan sifat-sifat dari dewa.

"Tujuan diadakan event ini adalah kami jadikan sebagai wadah untuk para generasi muda untuk menyalurkan dan menampilkan semua kreasi. Juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan dan proses pembinaan kegiatan yang ada di masing-masing banjar," ucapnya.

Selain itu, bertepatan dengan event ini, pihaknya juga bermaksud mengenalkan Prasasti Blanjong yang terletak di Pura Blanjong kepada masyarakat.

"Kami juga ingin mengangkat Prasasti Blanjong yang bahkan masyarakat Sanur Kauh atau masyarakat Denpasar sendiri tidak tahu tentang prasasti ini. Kita generasi muda ingin mengenalkan dan melestarikan prasasti ini hingga manca negara," tambahnya.

Pihaknya berharap Pesona Budaya Mertasari bida berkelanjutan setiap tahunnya dan bisa bersinergi dengan pemerintahan.

Sementara, Perbekel Sanur Kauh, I Made Ada mengapresiasi kepada Karang TarunaTaruna Yowana Kerthi Buana Sanur Kauh yang telah melaksanakan Pesona Budaya Mertasari 4.

"Pesona Budaya Mertasari ini kita rancang dari 6 tahun yang lalu. Dua kali kita sebut dengan Mertasari Festival. Dan akhirnya kita ubah menjadi Pesona Budaya Mertasar,"

"Itu adalah untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang ada di desa kita. Mudah-mudahan kita bisa melebarkan sayap kita dan kita bisa rekrut pelaku-pelaku seni yang ada di luar Desa Sanur Kauh," lanjut dia.

Turut hadir dalam pembukaan Pesona Budaya Mertasari yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Kepala Bidang Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Camat Denpasar Selatan, Bandesa Sanur Kauh, Kelian Adat Sanur Kauh, Kepala Dusun Sanur Kauh, dan jajarannya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved