Cetak Sejarah, Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama di Dunia Jika Pindah Ibu Kota Pakai Skema Ini

Indonesia bisa mencetak sejarah menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan skema ini dalam hal pemindahan ibu kota negara

Cetak Sejarah, Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama di Dunia Jika Pindah Ibu Kota Pakai Skema Ini
(SHUTTERSTOC /WARREN GOLDSWAIN)
Pemandangan Ibu Kota Jakarta dari atas gedung bertingkat - Cetak Sejarah, Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama di Dunia Jika Pindah Ibu Kota Pakai Skema Ini 

Cetak Sejarah, Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama di Dunia Jika Pindah Ibu Kota Pakai Skema Ini

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Indonesia bisa mencetak sejarah menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) dalam hal pemindahan ibu kota negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

"Mungkin kalau dikatakan (Indonesia jadi yang) pertama bisa lah, karena toh namanya (skema) PPP kan baru," ujar Bambang.

Baca: Hari Ini Singaraja dan Tabanan Cerah Berawan, Bagaimana dengan Kota Lain di Bali?

Baca: Dua Korban Kecelakaan di Denpasar Dirujuk ke RSUP Sanglah, Begini Kondisinya

Bambang menambahkan, skema KPBU atau PPP baru belakangan ini digunakan.

Sementara itu, sejumlah negara yang pernah memindahkan ibu kotanya saat itu belum ada skema KPBU atau PPP.

Atas dasar itu, Bambang mengatakan, jika Indonesia menggunakan skema tersebut untuk membangun ibu kota baru, bisa menjadi negara pertama di dunia.

"Tadi kebetulan sempet ngobrol dengan Dubes Brasil, ketika Brasil pindahkan ibu kota ke Brasilia itu kan sudah 60 tahun yang lalu, mereka belum ada skema PPP. Di dunia pun mereka masih jarang. Sekarang ini PPP udah jadi suatu hal yang lumrah, yang biasa dilakukan," kata Bambang.

Baca: Menteri Yohana Dukung Proses Amnesti Presiden Bagi Baiq Nuril

Baca: Jadi Kuli Bangunan Sejak SMA, Ini 6 Fakta Rafdi: Anak Wakil Wali Kota Tidore dan Pengakuan Sang Ayah

Bambang menjelaskan, pemerintah ingin mengajak pihak swasta dalam membangun ibu kota baru agar tak membebani APBN.

Dengan begitu, APBN Indonesia bisa digunakan untuk kepentingan lainnya.

"Jadi artinya kita jangan sampai terpaku seolah-olah hanya budget (dari APBN) yang bangun negara ini. Harus cari yang kreatif untuk bisa dapatkan sumber pembiayaan yang lain," ucap dia.(Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul RI Bisa Cetak Sejarah soal Pindahkan Ibu Kota, Ini Sebabnya

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved