Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya, Ini Besaran Denda bila Ketahuan Melanggar

pararem ini, melarang masyarakat untuk merokok di tempat umum di lingkup desa pakraman seperti di Pura dan lokasi-lokasi upacara keagamaan

Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya, Ini Besaran Denda bila Ketahuan Melanggar
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Ratusan Bendesa di Klungkung ketika menunjukan draf pararem KTR di Balai Budaya Klungkung, Kamis (11/7/2019). 

Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya, Ini Besaran Denda bila Ketahuan Melanggar

SEMARAPURA,TRIBUNBALI - Kabar Klungkung hari ini terkait komitmen ratusan bendesa di acara peringatan hari tanpa tembakau se-dunia.

Ratusan bendesa dari seluruh desa pakraman di Klungkung, menghadiri puncak peringatan hari tanpa tembakau se-dunia di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, Kamis (11/7/2019).

Dalam gelaran tersebut, seluruh bendesa telah sepakat menerapkan pararem KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di setiap desa pakraman di Klungkung

Pararem KTR ini, sebagai bentuk tindak lanjut komitmen Pemkab Klungkung untuk menegakan Perda Klungkung No 1 Tahun 2014 tentang KTR.

Baca: Ingin Manjakan Anjing Kesayangan Anda? Coba Deh Kunjungi Dog Grocer Cafe, Begini Keseruannya

Baca: Saat Gianyar Timur Dilirik Investor, Begini Cara Pemkab Menyikapinya

Baca: Boy William Baru Saja Lamar Putri Konglomerat dan Jebolan Amerika, Begini Sosoknya

Baca: Begal Sadis Tabrak Mobil dan Tantang Polisi Berakhir Tragis, Ini Daftar Panjang Kejahatannya

Meskipun pararem ini diinisiatif oleh pemkab, namun bendesa dari 122 desa Pakraman di Klungkung sepakat menerima dan menerapkannya di wilayahnya masing-masing.

Bendesa Apet, Desa Selat, Klungkung I Ketut Tinggal mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pararem ini sejak Kamis (4/7/2019) lalu.

Pada intinya pararem ini, melarang masyarakat untuk merokok di tempat umum di lingkup desa pakraman seperti di Pura dan lokasi-lokasi upacara keagamaan termasuk saat sangkep (forum adat)

Bahkan, pihaknya mulai melarang masyarakat untuk menyuguhkan rokok ke warga saat ada hajatan adat seperti saat ada dewa yadnya, manusia yadnya, maupun pitra yadnya

"Misalnya saat megebagan ketika ada warga meninggal, tuan rumah tidak lagi diperkenankan untuk suguhkan rokok," ujar Ketut Tinggal

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved