Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya, Ini Besaran Denda bila Ketahuan Melanggar

pararem ini, melarang masyarakat untuk merokok di tempat umum di lingkup desa pakraman seperti di Pura dan lokasi-lokasi upacara keagamaan

Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya, Ini Besaran Denda bila Ketahuan Melanggar
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Ratusan Bendesa di Klungkung ketika menunjukan draf pararem KTR di Balai Budaya Klungkung, Kamis (11/7/2019). 

Sebagai tahap awal, pihaknya fokus untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat setempat untuk penerapan pararem ini.

Sosialisasi tahap pertama rencananya dilakukan terhadap sekaa truna- truni, Sabtu (13/6/2019)

Bila ada warga yang melanggar pararem ini, tiga bulan ke depan masyarakat masih dikenakan sanksi teguran. Namun setelahnya, barulah diterapkan sanksi berupa denda

"Sanksi denda yang kami terapkan, berupa uang tunai yang nominalnya seharga satu slop rokok. Jika ketika melanggar ketahuan menghisap rokok merk A, dendanya seharga 1 slop rokok merek A itu," jelasnya

Dalam penegakan pararem ini, pihak desa pun akan melibatlan pecalang.

Meskipun kebiasaan merokok sudah mendarahdaging di masyarakat, diharapkan pararem ini dapat mengontrol masyarakat untuk tidak sembarangan merokok.

Sehingga masyarakat tidak terganggu kesehatannya, akibat terpapar perokok aktif

"Walau tidak bisa melarang secara mutlak hak orang untuk merokok, tapi semoga pararem ini bisa mengarahkan perokok aktif untuk tidak merokok sembarangan. Sehingga warga juga mendapatkan hak mereka, untuk tidak terpapar asap rokok," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved