Gung Bharata dan Gus Gaga Akhirnya Berdamai: Kami Sepakat Melupakan Masa Lalu

Gung Bharata mengatakan, beban pikirannya sudah tak ada lagi setelah bertemu Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Griya Kawan Wanaprasta

Gung Bharata dan Gus Gaga Akhirnya Berdamai: Kami Sepakat Melupakan Masa Lalu
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
BERTEMU - Gung Bharata dan Gus Gaga bertemu di Griya Kawan Wanaprasta, Gianyar, Selasa (10/7/2019) malam. Gung Bharata dan Gus Gaga Akhirnya Berdamai: Kami Sepakat Melupakan Masa Lalu 

Gung Bharata dan Gus Gaga Akhirnya Berdamai: Kami Sepakat Melupakan Masa Lalu

Memaafkan orang lain bukan karena mereka berhak mendapatkannya, melainkan karena kita berhak mendapatkan kedamaian dan kemuliaan.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Berita Gianyar terkini, raut wajah mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata berseri saat ditemui di kediamannya, Puri Agung Gianyar, Rabu (10/7/2019) siang. 

Gung Bharata mengatakan, beban pikirannya sudah tak ada lagi setelah bertemu Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Griya Kawan Wanaprasta, Gianyar, Selasa (9/7/2019) pukul 20.00 Wita. Griya Kawan merupakan rumah Ida Bagus Gaga Adi Saputra,

Pertemuan dua orang tokoh Gianyar ini sangat penting mengingat Ida Bagus Gaga Adi Saputra atau karib disapa Gus Gaga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, yang dipecat oleh Gung Bharata ketika masih menjabat bupati.

Tak hanya dipecat dari jabatan, lulusan IPDN ini juga diberhentikan secara tak hormat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan tak menerima pensiunan tahun 2017. Konflik kedua tokoh tersebut sempat membuat situasi Kabupaten Gianyar tegang.

Baca: Kisruh PPDB 2019, Koster Akan Terbitkan Pergub

Baca: Menteri Yohana Minta Rancangan Perda Aceh Perbolehkan Poligami Mempertimbangkan Akibatnya

Gung Bharata menilai, pertemuannya dengan Gus Gaga dalam nuansa ‘sejuk’, tidak akan terwujud tanpa campur tangan Ida Sang Hyang Widhi dan leluhur.

Gung Bharata menyebut leluhur mereka memiliki ikatan khusus. Kabupaten Gianyar tidak akan terbentuk tanpa peran leluhur mereka berdua.Leluhur Gung Bharata merupakan Raja Gianyar,  sementara leluhur Gus Gaga adalah pendeta kerajaan.

“Kedatangan saya kemarin itu, saya minta maaf, karena saya pernah salah. Gus Gaga dan keluarganya menerima saya sangat baik. Kemarin kami lebih banyak berbicara seperti keluarga dan memang Gus Gaga itu saudara saya. Hubungan leluhur kami dulu sangat baik, tanpa leluhur Gus Gaga dan leluhur saya, Gianyar ini tidak akan ada. Saya yakin, pertemuan ini pasti ada campur tangan Tuhan dan leluhur. Ini hadiah dari Tuhan menjelang saya mediksa,” ujarnya.

Gung Bharata memuji sikap Gus Gaga yang dinilainya sangat spiritual. Setelah perdamaian ini, Gung Bharata mengaku pikirannya tidak terbebani.

“Saya sekarang sangat plong. Betul-betul ini kekuatan Tuhan. Saya seperti orang haus dikasih air,” ucapnya.

Ida Bagus Gaga Adi Saputra mengatakan, pertemuan dengan Gung Bharata di kediamannya berlangsung sekitar dua jam.

Baca: Wabup Suiasa: Investor Beli Klub Liga II, Targetkan Tiga Besar dan Naik Liga I Indonesia

Baca: Tabanan Tunggu Jawaban Kemenpan RB Soal Usulan Formasi CPNS dan PPPK 2019

Menurut dia, minta maaf dan memafkan sama mulianya. Memaafkan orang lain bukan karena mereka berhak mendapatkannya, melainkan karena kita berhak mendapatkan kedamaian dan kemuliaan.

“Kedatangan beliau ke rumah kami, patut kami terima dengan tulus. Sebab beliau selain sebagai keturunan Raja Gianyar, yang memiliki ikatan historis dengan Griya Kawan, lebih-lebih beliau saat ini adalah calon sadaka,” ujar anggota DPRD Gianyar terpilih tersebut.

Menurut Gus Gaga, kedatangan Gung Bharata bukan soal siapa salah dan siapa yang benar.

Bukan juga soal siapa minta maaf dan siapa memaafkan, melainkan soal kedamaian dan kemuliaan bersama, dengan merajut kembali hubungan historis yang telah dibangun oleh leluhur Puri Agung Gianyar dan Griya Kawan, yang sempat terganggu.

“Karenanya kami sepakat melupakan masa lalu, yang terjadi sejak November 2015 itu. Sebagai keluarga besar Griya Kawan, apapun masalah yang saya hadapi, saya wajib mengedepankan terjaganya hubungan baik yang telah dibangun oleh leluhur kami. Kami keluarga Griya Kawan merasa berkewajiban menghantarkan beliau dalam menapak jalan suci sebagai sadaka, semata-mata untuk kedamaian semua pihak ke depan,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved