L.A Dewata Senang Bisa Menjamu Suporter Persela saat Away ke Bali

L.A Dewata merupakan nama komunitas suporter Persela Lamongan yang ada di Bali. Komunitas ini berdiri sejak tanggal 15 Oktober 2009

L.A Dewata Senang Bisa Menjamu Suporter Persela saat Away ke Bali
Dok pribadi Yovie
L.A Dewata Senang Bisa Menjamu Suporter Persela saat Away ke Bali 

L.A Dewata Senang Bisa Menjamu Suporter Persela saat Away ke Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - L.A Dewata merupakan nama komunitas suporter Persela Lamongan yang ada di Bali. Komunitas ini berdiri sejak tanggal 15 Oktober 2009.

Satu diantara pengurus L.A Dewata, Yovie mengatakan, L.A Dewata merupakan sebuah kumpulan orang-orang yang menyukai atau mencintai tim sepak bola Persela Lamongan

“L.A Dewata itu sekumpulan orang Lamongan yang berada di Bali yang mencintai Persela, dan ada juga yang dari luar Lamongan seperti orang Tuban, Gresik, Jombang dan lainnya,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (10/7/2019).

Selain mendukung Persela Lamongan saat pertandingan, L.A Dewata memiliki kegiatan lain.

Baca: Berharap Tak Banyak Mesin EDC di Kasir, Joger dan Level 21 Mall Dukung GNNT

Baca: Barbie Kumalasari Ngaku Rumah Museum Milik Ayah Angkatnya, Pemilik Yang Budayawan Bali : Gak Lah!

“Sebelum ada Bali United, kegiatan kami kopdar rutin, dan banyak acara bakti sosial seperti santunan anak yatim, bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove dengan sesama komunitas suporter lainnya yang ada di Bali. Ya kami senang ada Bali United karena sebelumnya kami sering datang ke laga away ke luar Bali, dan sekarang lebih senangnya lagi itu bisa menjamu teman-teman suporter Persela yang lagi away ke sini. Dulu juga kami sempat aktif setiap hari Minggu pagi main sepak bola di Renon, tapi kalau sekarang lebih sering fun futsal,” jelasnya.

Jumlah anggota L.A Dewata, kata Yovie, sekitar 450 orang. Rata-rata para anggota dari L.A Dewata merupakan mahasiswa dan pekerja. Dari jumlah tersebut ada juga suporter perempuan sekitar 10 persen.

Baca: Ada Program Khusus Servis Jelang Galungan, New Carry Pick Up Kuasai 55,2% Pangsa Pasar di Indonesia

Baca: Koster Apresiasi Kinerja Polda Bali, Peringatan HUT Bhayangkara ke-73

Dikatakan Yovie, sejak berdiri tahun 2009 silam sampai sekarang, hubungan L.A Dewata dengan suporter lainnya harmonis, dan L.A Dewata tidak memiliki rival.

Untuk menghidupi komunitas L.A Dewata menjual berbagai merchandise seperti topi, baju maupun syal yang dijual secara online maupun offline.

Ia berharap tim kesayangannya tidak terdegradasi dari Liga 1 Indonesia.  

“Harapan saya untuk Persela jangan sampai degradasi, kalau degradasi kan gak away days ke Bali,” ucapnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved