Penasihat Hukum Tak Hadir, Mantan Sipir Lapas Gagal Sidang Dugaan Penyelundupan Ekstasi

Made Teguh bersama Warga Binaan Lapas, Surya Adi Putra (36), menjadi pesakitan pasca ditangkap karena diduga menyelundupkan 590 butir ekstasi ke lapas

Penasihat Hukum Tak Hadir, Mantan Sipir Lapas Gagal Sidang Dugaan Penyelundupan Ekstasi
Tribun Bali/I Putu Candra
Made Teguh dan Adi Putra saat digiring petugas penjaga tahanan menuju sel sementara di PN Denpasar, Rabu (10/7/2019). Penasihat Hukum Tak Hadir, Mantan Sipir Lapas Gagal Sidang Dugaan Penyelundupan Ekstasi 

Penasihat Hukum Tak Hadir, Mantan Sipir Lapas Gagal Sidang Dugaan Penyelundupan Ekstasi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berita Denpasar hari ini, oknum sipir (sekarang mantan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, I Made Teguh Kuri Raharja (29) gagal menjalani sidang perdananya.

Ini karena penasihat hukumnya tidak hadir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (10/7/2019).

Sehingga majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi menunda sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan pada Senin (15/7/2019) mendatang.

Made Teguh bersama Warga Binaan Lapas, Surya Adi Putra (36), menjadi pesakitan pasca ditangkap karena diduga menyelundupkan 590 butir ekstasi ke dalam lapas.

Made Teguh gagal sidang, sedangkan Surya Adi Putra tetap menjalani sidang pembacaan dakwaan (berkas terpisah).

Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gde Raka Arimbawa mengungkapkan, perbuatan terdakwa Adi Putra berhasil diendus oleh aparat BNNP Bali, berdasarkan hasil dari pengembangan tertangkapnya Made Teguh di Lapas Kerobokan pada Sabtu, 20 April 2019 sekitar pukul 06.10 Wita.

Baca: Ngeri, Wanita Ini Pingsan Saat Minuman, Matanya Tertusuk Sedotan Stainless Hingga Tembus Otak

Baca: Laga Tandang Barito Torehkan Hasil Positif, Teco: Bali United Juga Bagus, Rebut 4 Poin Dua Away

Dari tangan Made Teguh petugas BNNP Bali berhasil mengamankan 1 buah tas warna hijau yang di dalamnya terdapat 20 buah bungkusan kopi.

Dalam bungkusan kopi itu berisi 59 plastik klip, yang masing-masing berisi 10 butir ekstasi dengan jumlah total 590 butir ekstasi.

"Dari hasil interogasi, I Made Teguh mengaku mendapat barang tersebut dari seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan atas nama Surya Adi Putra. Made Teguh disuruh untuk menerima atau mengambil barang narkotik tersebut di Jalan Buana Raya untuk dibawa ke dalam Lapas," beber Jaksa Raka Arimbawa.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved