Saat Gianyar Timur Dilirik Investor, Begini Cara Pemkab Menyikapinya

perkampungan di Gianyar Timur memiliki daya tarik, seperti masih tradisional, jauh dari kemacetan, dan relatif sepi.

Saat Gianyar Timur Dilirik Investor, Begini Cara Pemkab Menyikapinya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengunjung sedang asyik naik gajah di Bali Zoo, Gianyar, Jumat (5/7/2019).Tingginya kunjungan wisatawan, membuat investor melirik Gianyar Timur untuk akomodasi wisata berupa hotel. 

Saat Gianyar Timur Dilirik Investor, Begini Cara Pemkab Menyikapinya

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kabar Gianyar hari ini terkait rencana pembangunan di kawasan kota.

Kabarnya, investor melirik kawasan Gianyar Timur tersebut untuk mendirikan akomodasi pariwisata, seperti hotel.

Kawasan yang menjadi incaran, kabarnya di seputar Kelurahan Beng hingga ke Desa Tulikup yang dinilai strategis.

Hal itu dikarenakan lokasinya relatif dekat menuju kawasan pariwisata Bali timur.

Selain itu, perkampungan di Gianyar Timur memiliki daya tarik, seperti masih tradisional, jauh dari kemacetan, dan relatif sepi.

Baca: Boy William Baru Saja Lamar Putri Konglomerat dan Jebolan Amerika, Begini Sosoknya

Baca: Begal Sadis Tabrak Mobil dan Tantang Polisi Berakhir Tragis, Ini Daftar Panjang Kejahatannya

Namun, Pemkab Gianyar sepertinya belum memberikan lampu hijau.

Sebab pemerintah masih menjadikan Gianyar timur sebagai pusat pemerintahan.

Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, Gianyar Timur merupakan kawasan kantor pemerintahan, khususnya Kecamatan Gianyar.

“Gianyar timur, kan zonasi wilayah sudah ada pembagian. Kalau terkait dengan kawasan, wilayah timur itu untuk pendidikan dan pemerintahan. Hotel belum boleh ada. Alasan, kita sudah membagi menjadi lima wilayah pengembangan, dalam rangka pemerataan pembangunan. Kalau semua zona diarahkan ke pariwisata kan tidak mungkin. Fokus kita kembangkan Kecamatan Gianyar untuk kantor pemerintahan,” ujarnya.

Sepanjang aturan terkait akomodasi pariwisata belum dicabut, kata dia, perhotelan tetap berpusat di Ubud.

Terkait apakah Ubud saat ini tidak overload hotel, Wisnu Wijaya menilai belum.

“Kalau dibilang overload, kan tergantung pemodal. Kalau memang disebut overload kan tidak membangun hotel,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved