5 Tarian Khas Dayak Kaharingan Tampil di PKB, Gladi Kecil Sebelum Unjuk Gigi di Istana Negara

Lima tarian khas Dayak Kaharingan yang energik mampu menarik perhatian pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019

5 Tarian Khas Dayak Kaharingan Tampil di PKB, Gladi Kecil Sebelum Unjuk Gigi di Istana Negara
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Tari tradisional daerah partisipasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah di PKB ke-41 tahun 2019, Kamis (11/7/2019) 

“Ini bagi suku Dayak merupakan karya sastra besar klasik sejenis pantun atau gurindam,” terang Guntur Talajan.

Karungut ini dikolaborasikan dengan tari Kinyah Mandau, yaitu sebuah tarian perang suku-suku Dayak di Kalimantan.

Tari lainnya yang ditampilkan, diantaranya tari Bawi Kuwu yang menggambarkan sosok wanita cantik nan jelita yang baik hati dan tulus.

Kecantikannya tersebar keseluruh wilayah sungai Kahayan dan Rungan.

Bawi Kuwu juga seorang yang cerdas dan menjadi rebutan kaum lelaki.

Satu tarian lagi yang menggambarkan rasa syukur karena telah terwujud sebuah keinginan atau cita-cita adalah tari Nepah Hajat.

“Kelima tarian ini kami tampilkan alasannya karena antara Dayak Kaharingan di Kalimantan Tengah dan Bali ada ikatan emosional yang kuat sekali di bidang kesenian dan kebudayaan, yaitu tarian,” papar Guntur Talajan.

Ia juga mengakui kalau tarian-tarian yang ditampilkan lebih cenderung tarian energik.

Menurut Guntur Talajan, pementasan ini boleh dikata sebagai bagian dari ‘gladi kecil’ dari persiapan yang akan ditampilkan di hadapan Presiden di Istana Negara pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia akan datang.

Penarinya nantinya jumlahnya lebih besar dan kolosal, sementara yang tampil di PKB kali ini baru 20 penari dan pemusik. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved