Denpasar Alokasikan Rp 1,5 M Tata 3 Kawasan Kumuh

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (DPKPP) Kota Denpasar mulai melakukan upaya penataan wilayah kumuh

Denpasar Alokasikan Rp 1,5 M Tata 3 Kawasan Kumuh
Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (DPKPP)
Penataan jalan dan saluran drainase dilakukan di tiga kawasan kumuh Denpasar. Tiga kawasan ini ditarget selesai pada tahun 2019. Denpasar Alokasikan Rp 1,5 M Tata 3 Kawasan Kumuh 

Denpasar Alokasikan Rp 1,5 M Tata 3 Kawasan Kumuh

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (DPKPP) Kota Denpasar mulai melakukan upaya penataan wilayah kumuh.

Pada tahun 2019, ada tiga kawasan kumuh di Denpasar yang menjadi target prioritas penataan. Upaya ini menelan anggaran hingga Rp 1,5 miliar.

Adapun 3 kawasan delienasi ini ada di Jalan Nusa Indah Gg XXI, Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Jalan Bedahulu, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, dan Jalan Bung Tomo VI, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Informasi yang dihimpun, penataan untuk dua lokasi sedang dalam pengerjaan. Sementara satu kawasan di Jalan Bedahulu masih baru akan dilakukan penataan fisik pada September 2019 mendatang.

Sebagai informasi, kawasan kumuh di Kota Denpasar diklaim tersebar di 4 kecamatan yang jika ditotal luasannya mencapai 82,6 hektare (ha).

Baca: Perawatan Terbaru Miracle di Hari Jadi ke 23

Baca: Jelang Galungan Harga Jeruk Murah, Petani Jadikan Jeruk Sebagai Pupuk

Kawasan kumuh tercatat ada 36 kawasan di 4 kecamatan, yakni 9 kawasan di Denpasar Timur, Denpasar Barat 9 kawasan, Denpasar Selatan 8 kawasan dan tertinggi ada di Denpasar Utara mencapai 10 kawasan.

Kawasan kumuh terbesar ada di Denpasar Utara mencapai 70 ha, tersebar di wilayah Ubung Kaja, Peguyangan hingga Pemecutan Klod.

Sementara, luasan tertinggi kedua ada di Denpasar Selatan sebesar 46 ha, lalu Denpasar Barat 40 ha dan Denpasar Timur 27 ha.

Selama tiga tahun berjalan, hingga tahun 2018, DPKPP mengklaim telah melakukan upaya peningkatan kualitas luasan kumuh hingga mencapai 126,9 ha, hingga kini hanya tersisa 82,6 ha tersebut.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved