Ingin Peneliti Muda Berkiprah di Tingkat Internasional, Arini Lolos 20 Besar Finalis Duta Muda ASEAN

Luh Made Arini Candra Putri berhasil lolos menjadi 20 besar finalis duta muda ASEAN Indonesia 2019

Ingin Peneliti Muda Berkiprah di Tingkat Internasional, Arini Lolos 20 Besar Finalis Duta Muda ASEAN
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Luh Made Arini Candra Putri. Ingin Peneliti Muda Berkiprah di Tingkat Internasional, Arini Lolos 20 Besar Finalis Duta Muda ASEAN 

Ingin Peneliti Muda Berkiprah di Tingkat Internasional, Arini Lolos 20 Besar Finalis Duta Muda ASEAN

TRIBUN-BALI.COM, BALI – Berita Bali hari ini, satu lagi putri Bali yang memiliki prestasi luar biasa. Luh Made Arini Candra Putri, anak kedua dari tiga bersaudara serta Putri dari pasangan I Gede Samsi Gunartha dan Monika Raharti berhasil lolos menjadi 20 besar finalis duta muda ASEAN Indonesia 2019, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Setelah melalui seleksi yang ketat karena diikuti oleh 1.038 peserta, Arini berhasil lolos 20 besar. Dan saat ini dia masih harus berjuang untuk menjadi pemenang dengan kuota satu orang.

“Sekarang baru lolos 20 besar,” kata Arini saat ditemui di Denpasar, Jumat (12/7/2019).

Untuk bisa lolos 20 besar, Arini harus melewati beberapa tahapan seleksi yang ditentukan oleh pihak Kemenlu.

Pertama, harus membuat esai sekitar 1.500 kata terkait 2 topik pilihan, yaitu menjadikan Jakarta sebagai diplomatic capital ASEAN atau bagaimana cara memperkuat jejaring pemuda di kawasan ASEAN. 

Baca: Perawatan Terbaru Miracle di Hari Jadi ke 23

Baca: Jelang Galungan Harga Jeruk Murah, Petani Jadikan Jeruk Sebagai Pupuk

Ia pun akhirnya memilih topik yang kedua karena ingin mengangkat tema tentang pendidikan di Indonesia, yang fokus pada bagaimana membawa peneliti-peneliti Indonesia agar bisa berkompetisi di luar negeri karena penting bagi mereka untuk bisa berkolaborasi di tingkat internasional.

Diakui orangtuanya juga sangat mendukung atas raihan prestasi tersebut, terlebih lagi penelitian yang diangkat terkait isu pendidikan yang berhubungan dengan organisasi milik ibunya.

“Jadi senang sekali, mama kan punya organisasi Center For Young Scientists. Itu membawa peneliti-peneliti muda Indonesia tingkat SMA untuk berkompetisi di luar negeri,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 20 Juli 1997 ini.

Kemudian dari seribuan peserta, diseleksi lagi menjadi 105 orang berdasarkan nilai esai tertinggi.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved