Juni 2019 Kota Singaraja Tercatat Inflasi Sebesar 0,02 Persen

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Bali, pada bulan Juni 2019 Kota Singaraja tercatat mengalami inflasi sebesar 0,02 persen

Juni 2019 Kota Singaraja Tercatat Inflasi Sebesar 0,02 Persen
tribunnews
inflasi - Juni 2019 Kota Singaraja Tercatat Inflasi Sebesar 0,02 Persen 

Juni 2019 Kota Singaraja Tercatat Inflasi Sebesar 0,02 Persen

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berita Buleleng hari ini, berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada bulan Juni 2019 Kota Singaraja tercatat mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

Inflasi tersebut disebabkan karena adanya perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik dari 144,08 pada Mei 2019 menjadi 144,11 pada Juni 2019.

Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho belum lama ini menjelaskan, inflasi ini ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada empat kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran itu diantaranya berupa sandang sebesar 0,46 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen; kesehatan sebesar 0,06 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.

Baca: Warga Yang Resah Geruduk Hotel Karena Tamu Yang Beradegan Mesum Terlihat dari Jendela

Baca: Sejumlah Menteri Ini Diprediksi Tinggalkan Kabinet Jokowi dan Ada Enam Pos Baru, Siapa Saja?

Sedangkan kelompok yang tercatat mengalami penurunan indeks atau deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,08 persen; serta bahan makanan sebesar 0,08 persen.

"Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan Juni 2019 antara lain ketela pohon, udang basah, cumi-cumi, bayam, makanan ringan atau snack, tomat sayur, pisang, ayam goreng, apel, kentang dan mie kering instan," jelasnya.

Sementara komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga atau menahan laju inflasi, antara lain berupa cabai rawit, daging ayam ras, teri segar, buncis dan telur ayam ras.

Selain itu juga ada bawang merah, angkutan antar kota, minyak goreng, sawi hijau, daging babi dan tauge atau kecambah.

Baca: Terpesona Performa Apik Spider Wan di Bali United, Mojang Priangan Ini Mendadak Jadi Lady Dewata

Baca: Bendesa Se-Klungkung Sepakat Terapkan Pararem KTR, Dilarang Suguhkan Rokok Saat Upacara Yadnya

Penyumbang terbesar inflasi pada bulan Juni 2019 yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,0413 persen.

Angka terbesar berikutnya disusul oleh kelompok sandang dengan andil inflasi sebesar 0,0199 persen; kesehatan) dengan andil inflasi sebesar 0,0023 persen; serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil inflasi sebesar 0,0014 persen.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan menahan laju inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,0218 persen; transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil deflasi sebesar -0,0192 persen; serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga dengan andil deflasi sebesar -0,0050 persen.

Kemudian tingkat inflasi tahun kalender hingga Juni 2019 sebesar 1,29 persen dan pembandingan tingkat inflasi dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama sebesar 2,11persen. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved