Keluarga Remaja Korban Persekusi di Klungkung Ngotot Lanjut ke Sidang, Ini Alasan Diversi Gagal

Wanita berambut ikal tersebut masih merasa tidak terima, setelah putrinya Ni Ketut APP (15) menjadi korban kekerasan yang dilakukan 3 orang.

Keluarga Remaja Korban Persekusi di Klungkung Ngotot Lanjut ke Sidang, Ini Alasan Diversi Gagal
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
PERSEKUSI - Tiga tersangka kasus persekusi terhadap Ketut AAP (15) duduk di lorong Satreksim Polres Klungkung, Kamis (4/7/2019). Kabar Klungkung hari ini terkait update kasus persekusi tiga remaja pada seorang korban remaja putri berusia 15 tahun. Keluarga korban merasa tidak terima, setelah putrinya Ni Ketut APP (15) menjadi korban kekerasan yang dilakukan Ni Komang P (16), P (6) dan Ni Kadek KD (6). 

Keluarga Remaja Korban Persekusi di Klungkung Ngotot Lanjut ke Sidang, Diversi Gagal?

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kabar Klungkung hari ini terkait update kasus persekusi tiga remaja pada seorang korban remaja putri berusia 15 tahun.

Seorang ibu berinisial Ni Wayan A berajalan berlahan keluar dari ruang Rupatama Polres Klungkung, Jumat (12/7/2019).

Wanita berambut ikal tersebut masih merasa tidak terima, setelah putrinya Ni Ketut APP (15) menjadi korban kekerasan yang dilakukan Ni Komang P (16), P (6) dan Ni Kadek KD (6).

Pihak keluarga korban pun menolak upaya diversi yang dilakukan di Polres Klungkung, Jumat (12/7).

Ni Wayan A dan putrinya Ni Ketut APP ngotot kasus ini untuk dilanjutkan hingga ke pengadilan.

Baca: Setiap Habis Makai Dipaksa Layani Dia, Teman-temannya Juga, Gadis 17 Tahun Lakukan Hal Nekat

Baca: VIDEO! Istri Kedua dan Ketiga Duel di Jalan, Begini Sibuknya Pak Kades Melerai Keduanya

Baca: Mengenal Sosok Manda Siswi SMAN 1 Bangli yang Wakili Bali Jadi Paskibraka Tingkat Nasional

Baca: 2 Kali Ditusuk Gunting, Nyawa Bocah SD Ini Tak Bisa Diselematkan, Pelakunya Langsung Mengurung Diri

Waktu saat itu menunjukan pukul 12.30 Wita. Ni Wayan A, tampak terus terus menggandeng tangan putrinya, Ni Ketut APP ketika keluar dari ruang Rupatama, Polres Klungkung.

Saat hendak pulang, Ni Wayan A sempat menyampaikan alasannya menolak upaya diversi yang dilakukan di Polres Klungkung

"Dalam hati nurani kami sebenarnya memaafkan, tapi karena ini sudah viral kami minta kasus ini tetap lanjut dan diproses hukum," ujar Ni Wayan A, ketika mendangi putrinya yang saat itu masih berseragan SMP

Ni Wayan P mengungkapkan, apa yang dilakukan para pelalu sudah sangat tidak manusiawi.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved