Kepala SMPN 1 Semarapura Tekankan Tidak Boleh Ada Perploncoan Ketika MPLS

345 siswa baru di SMPN 1 Semarapura telah dikumpulkan di halaman sekolah, untuk mendapatkan pengarahan perihal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Kepala SMPN 1 Semarapura Tekankan Tidak Boleh Ada Perploncoan Ketika MPLS
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Siswa baru SMPN 1 Semarapura saat diberikan pengarahan di halaman sekolah, Jumat (12/7/2019). Kepala SMPN 1 Semarapura Tekankan Tidak Boleh Ada Perploncoan Ketika MPLS 

Kepala SMPN 1 Semarapura Tekankan Tidak Boleh Ada Perploncoan Ketika MPLS

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - 345 siswa baru di SMPN 1 Semarapura telah dikumpulkan di halaman sekolah, untuk mendapatkan pengarahan perihal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak diperkenankan adanya aksi perpeloncoan oleh kakak kelas atau siswa senior saat berlangsungnya MPLS sesuai Permendikbud 18 Th 2016

"Tidak ada aksi perpeloncoan maupun siswa disuruh bawa aksesori yang aneh-aneh, guru tentu tetap mendampingi dan mengawasi," ujar Kepala SMPN 1 Semarapura, Nyoman Karyawan, Jumat (12/7/2019).

Baca: Bali United Full Team, Yakin Tiga Poin di Kandang Barito Putera

Baca: Pria Paruh Baya Tergeletak Tak Bernyawa di Kompleks Pertokoan Emas Jalan Hasanudin Denpasar

Selain mengumpulkan siswa, pihak sekolah juga telah memgumpulkan orangtua siswa menjelang MPLS.

Hal ini untuk menyampaikan program kerja dan profil sekolah seperti sarana prasarana, pendidik tenaga kependidikan, tata tertib sekolah, program dari komite seperti kegiatan paguyuban, dan persiapan masa pengenalan lingkungan sekolah serta pendidikan kepramukaan.

"MPLS ini akan dilaksanakan selama 3 hari. Kemudian 3 hari berikutnya, siswa diberikan pendidikan kepramukaan," jelas Karyawan

Baca: Bali Akan Kirim 14 Atlet Judo, Persiapan Bali Menghadapi Kartika Cup 2019

Baca: Peringati Hari Pajak, Kanwil DJP Bali Adakan Bali Tax Food Festival

Pada saat pelaksanaa MPLS, pihak sekolah akan lebih menekankan materi seperti tata krama, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, kurikulum termasuk tambahan materi tentang bahaya narkoba dari BNN dan lingkungan hidup terkait pengolahan sampah.

"Siswa kami fokuskan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah dan luar sekolah. Misalnya mengajak siswa aksi bersih-bersih baik di sekolah maupun luar sekolah," ungkapnya.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved