Penyelundup Orang Utan Asal Rusia Divonis Lebih Tinggi, Andrei Zhestkov Dihukum 1 Tahun

Andrei dinyatakan bersalah karena menyelundupkan orang utan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Penyelundup Orang Utan Asal Rusia Divonis Lebih Tinggi, Andrei Zhestkov Dihukum 1 Tahun
Tribun Bali/I Putu Candra
Diadili - Andrei saat menjalani sidang vonis di PN Denpasar. WN Rusia ini vonis setahun penjara karena terbukti menyelundupkan seekor orang utan, Kamis (11/7/2019). Penyelundup Orang Utan Asal Rusia Divonis Lebih Tinggi, Andrei Zhestkov Dihukum 1 Tahun 

Penyelundup Orang Utan Asal Rusia Divonis Lebih Tinggi, Andrei Zhestkov Dihukum 1 Tahun

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berita Denpasar hari ini, setelah mengalami penundaan pada Selasa (9/7/2019), akhirnya Kamis (11/7/2019), Andrei Zhestkov (28) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pria asal Rusia ini divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra. Vonis ini lebih tinggi 6 bulan dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Andrei dinyatakan bersalah karena menyelundupkan orang utan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali.

Vonis itu lebih tinggi dibandingkan tuntutan enam bulan penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi vonis itu, terdakwa Andrei melalui tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Baca: Kebakaran Hanguskan Tempat Kerja Pande Besi, Kerugian Ditaksir Rp 70 Juta

Baca: Mengeluh Bukan Cara Bijak Mengelola Stres, Ini 5 Solusi yang Harus Kamu Coba

"Setelah kami berkonsultasi dengan terdakwa, didampingi penerjemah. Terdakwa dalam waktu 7 hari akan pikir-pikir, Yang Mulia," ucap I Gusti Ngurah Artana selaku anggota tim penasihat hukum terdakwa. Hal senada juga disampaikan Jaksa Agung Teja.

Berdasarkan unsur pidana, fakta serta bukti di persidangan, terdakwa Andrei dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah mengangkut satwa liar.

Ia pun dijerat Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistem, sebagaimana dakwaan kesatu jaksa penuntut.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andrei Zhestkov dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi selama dalam masa tahanan sementara. Dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Dan membayar denda Rp 10 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama dua bulan," tegas Hakim Ketua Bambang Ekaputra.

Baca: Kisah Devy Suradji Jabat Direktur Pemasaran & Pelayanan AP I: Saya Melihat dari Kacamata Penumpang

Baca: Beri Atensi UMKM di Utara dan Timur Bali, GHE Berdayakan Talenta Lokal dengan Kompetensi Global

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, diketahuinya terdakwa menyelundupkan seekor orang utan, berawal saat saksi Ade Permana Surya sedang bertugas di monitor pree Screning X-ray di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Jumat, 22 Maret 2019 sekitar pukul 22.38 Wita, datang terdakwa dengan membawa koper besar warna biru.

Lalu saat kopernya dimasukkan ke dalam mesin X-ray, dari layar monitor terdeteksi berbentuk binatang monyet.

Melihat itu, saksi kemudian meminta terdakwa untuk membuka kopernya, namun ditolak oleh terdakwa sembari menjawab bahwa isi koper tersebut ada Orang Utan

"Selanjutnya saksi Wayan Oka menghubungi petugas Karantina. Setelah petugas Karantina tiba, koper tersebut dibuka, terdapat kotak dari rotan yang ditutup dengan tatakan piring rotan dan lakban. Setelah petugas KSDA dan KP3 datang, kotak tersebut dibuka dan di dalamnya terdapat satwa liar seekor Orang Utan dalam keadaan tidak sadar," ungkap Jaksa Suarja Teja.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved