Rp 123 Juta Klaim Pengungsi Gunung Agung di RSUD Bangli Belum Dibayar

Berdasarkan data RSUD Bangli, tercatat sebanyak Rp 123 juta lebih sisa klaim pasien pengungsi belum terbayarkan hingga kini

Rp 123 Juta Klaim Pengungsi Gunung Agung di RSUD Bangli Belum Dibayar
Tribun Bali/Busrah Ardans
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo bersama jajaran mengunjungi pengungsi di UPTD Rendang, Sabtu (7/7/2018). Rp 123 Juta Klaim Pengungsi Gunung Agung di RSUD Bangli Belum Dibayar 

Rp 123 Juta Klaim Pengungsi Gunung Agung di RSUD Bangli Belum Dibayar

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bergejolaknya Gunung Agung di penghujung tahun 2017 hingga awal tahun 2018 silam, masih meninggalkan sisa utang.

Berdasarkan data RSUD Bangli, tercatat sebanyak Rp 123 juta lebih sisa klaim pasien pengungsi belum terbayarkan hingga kini.

Wadir Umum RSUD Bangli, I Putu Ganda, Kamis (11/7/2019), membenarkan jika sisa utang klaim pasien pengungsi Gunung Agung masih tersisa sejumlah Rp 123 juta lebih.

Dikatakan, sisa tersebut merupakan pembayaran dari BPBD Karangasem pada 24 Juni 2019 lalu.

Baca: 20 Siswa Tak Daftar Ulang, SMPN 5 Tabanan Hanya Buka Empat Kelas

Baca: Produksi Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit Rp 60 Ribu Per Kilogram

“Yang sudah dibayarkan yakni sebesar Rp 38 juta dalam bentuk dana DSP (Dana Siap Pakai) BNPB pusat. Jadi saat ini sisa klaim yang belum terbayar yakni Rp 123.493.700,” ungkapnya.

Berdasarkan data, total klaim pasien pengungsi Gunung Agung terhitung sejak 18 September 2017 hingga 21 Januari 2018, berjumlah Rp 161 juta lebih.

Rinciannya, sebut Ganda, Rp 30 juta lebih untuk klaim biaya rawat jalan; Rp 120 lebih untuk klaim biaya rawat inap; dan sisanya untuk klaim biaya perawatan sebelum akhirnya meninggal.

Mengenai pembayaran sisa klaim pasien pengungsi, rencananya akan diotimalkan melalui dana BPBD Karangasem.

Baca: Galih Ginanjar Tetap Ditahan Meski Menolak Tanda Tangan Surat Penahanan

Baca: Pelihara Burung Merak hingga Cendrawasih Tanpa Izin, Purnita Divonis 7 Bulan Penjara

Meski tidak ada kepastian waktu pembayarannya, Ganda mengatakan sesuai hasil rapat, pembayaran akan dilakukan tahun 2019 ini.

Imbuhnya, proses pembayaran itu saat ini sedang dalam pembahasan regulasi (Perbup Karangasem), yang mengatur mekanisme pencairan dana tersebut.

“Ini merupakan hasil rapat pada tanggal 24 Juni lalu antara pihak Karangasem dengan sejumlah rumah sakit di seluruh Bali. Untuk sisa klaim yang belum dibayarkan hanya dikatakan tahun 2019,” bebernya.

Sedangkan terkait pembayaran klaim pasien pengungsi, Ganda menyebut seluruhnya masuk ke rekening RSUD Bangli, dan secara otomatis menjadi pendapatan RSUD Bangli. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved