Waspada Nyamuk Loreng Putih, Kasus Demam Berdarah Naik 200 Persen di Tabanan

Kasus ini terjadi di empat kecamatan langganan setiap tahun terserang wabah DBD karena merupakan wilayah endemic.

Waspada Nyamuk Loreng Putih, Kasus Demam Berdarah Naik 200 Persen di Tabanan
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI: Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD 

Waspada Nyamuk Loreng Putih, Kasus Demam Berdarah Naik 200 Persen di Tabanan

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kabar Tabanan hari ini mengulas tingginya angka kasus demam berdarah di kabupaten tersebut hingga pada 2019 ini.

Nyamuk jenis Aedes Aegypti mulai mengancam Tabanan.

Selama enam bulan di tahun 2019, sudah ditemukan 116 kasus DBD positif yang tersebar di empat kecamatan.

Jumlah ini tentunya meningkat jauh atau hampir 200 persen dibandingkan angka kasus DBD di Tabanan tahun 2018 yang hanya 44 kasus.

Dinas Kesehatan Tabanan menyebutkan banyak faktor yang menyebutkan peningkatan kasus ini seperti satu di antaranya adalah musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Musim pancaroba ini kerap menyebabkan banyak penyakit yang diderita masyarakat, salah satunya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut data yang diperoleh, jumlah penderita DBD yang tercatat sampai bulan Juni dengan kasus sebanyak 38.

Pada Januari tercatat 8 kasus, Februari meningkat menjadi 24 kasus.

Baca: TRIBUN WIKI - 9 Optik Di Bali, Catat Alamat Beserta Nomor Teleponnya

Baca: Benarkah Sedang Bugil Saat Digerebek Polisi? Vanessa Angel Buka-bukaan, Ini Sosok Rian si Pemesan

Baca: Suami Bersetubuh dengan Saudari Kembarnya, Istri: Sering Dipergoki, Malah Nantang Berkelahi

Baca: Setiap Habis Makai Dipaksa Layani Dia, Teman-temannya Juga, Gadis 17 Tahun Lakukan Hal Nekat

Namun di buloan Maret justru turun ke angka 5 kasus.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved