76 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Buleleng Dilanda Kekeringan

Memasuki kemarau panjang, 76 hektare lahan pertanian yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Buleleng dilanda kekeringan

76 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Buleleng Dilanda Kekeringan
Tribun Bali
Ilustrasi kekeringan - 76 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Buleleng Dilanda Kekeringan 

76 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Buleleng Dilanda Kekeringan

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berita Buleleng hari ini, memasuki kemarau panjang, 76 hektare lahan pertanian yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Buleleng dilanda kekeringan, dengan kriteria ringan, sedang hingga berat.

Dinas Pertanian Buleleng mengaku akan segera memberikan bantuan benih kepada petani yang terdampak.

Plt Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta, ditemui belum lama ini mengatakan, kekeringan lahan pertanian ini terjadi sejak dua bulan lalu, yang tersebar di Kecamatan Sawan, Buleleng, Sukasada dan Seririt.

Di mana lahan yang  mengalami kekeringan dengan kriteria ringan seluas 27 hektare. Sementara kekeringan dengan kriteria sedang seluas 46 hektare, dan kekeringan berat seluas 3 hektare.

"Untuk kekeringan dengan kriteria ringan dan sedang itu artinya masih bisa diupayakan dengan mengembalikan ke kondisinya yang optimal, kami akan berikan bantuan pompa air. Sementara kekeringan berat itu artinya tidak bisa ditanam sama sekali. Tanahnya sudah retak-retak. Ini terjadi karena sumber-sumber mata airnya mengecil," jelas Sumiarta.

Baca: Jika Teluk Benoa Dijadikan Kawasan Konservasi Maritim, Apakah Reklamasi Masih Mungkin?

Baca: Ini Kata Presiden Jokowi Soal Generasi Milenial yang Bakal Bergabung Dalam Kabinetnya

Kondisi kekeringan ini, Sumiarta akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pembuatan sumur tanah dangkal.

Pun bagi petani yang terdampak, Dinas Pertanian juga akan memberikan bantuan benih, untuk penanaman selanjutnya.

"Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga tetap berjalan. Sepanjang subak itu ikut asuransi, bisa kami berikan klaim. Karena kekeringan ini juga termasuk bencana," terangnya.

Sebelumnya, sebanyak 4.500 Kepala Keluarga dari 17 desa yang ada di tujuh kecamatan di Buleleng, mengalami krisis air bersih.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved