Ada Pelaku Masih di Bawah Umur, Polisi Sebut Mereka Direkrut Bantu Aksi Pencurian

Dari para pelaku ada juga yang mengajak atau merekrut pelaku-pelaku baru dan beberapa anak-anak di bawah umur yang diajak

Ada Pelaku Masih di Bawah Umur, Polisi Sebut Mereka Direkrut Bantu Aksi Pencurian
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Polresta Denpasar merilis kasus Operasi Pekat Agung 2019, Jumat (12/7/2019) siang di halaman depan Mapolresta Denpasar. Ada Pelaku Masih di Bawah Umur, Polisi Sebut Mereka Direkrut Bantu Aksi Pencurian 

Ada Pelaku Masih di Bawah Umur, Polisi Sebut Mereka Direkrut Bantu Aksi Pencurian

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mengantisipasi kasus kriminal di wilayah hukumnya, Kapolresta Denpasar mengimbau masyarakat lebih berhati-hati.

Saat menggelar pers rilis di halaman depan Mapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan yang juga Ketua Satgas CTOC Polda Bali mengantisipasi kejadian ini dengan berpatroli.

"Kalau dalam operasi pekat ini, jajaran kami polresta dan polsek melaksanakan kegiatan patroli setiap hari, dan jajaran kamtibmas menyampaikan kepada masyarakat supaya menjaga sepeda motornya dengan baik," ujarnya.

Operasi Pekat Agung 2019 yang dilaksanakan Polresta Denpasar Denpasar, dikatakan Kombes Pol Ruddi Setiawan, berhasil mengamankan residivis jambret. Pelaku berhasil diamankan di wilayah Denpasar Barat.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia pernah mendekam di Lapas Kerobokan.

Baca: Wisnu Residivis Jambret, Ini 8 Tersangka Pencurian yang Ditangkap saat Operasi Pekat Agung 2019

Baca: 10.000 Peserta Yoga Tertawa Meriahkan HUT Varash ke-2, Raih Rekor Muri

"Tersangka residivis, selain ditangkap di Denpasar Barat juga melakukan di daerah Kuta selatan. Ada dari beberapa mereka ini tinggal di wilayah Kuta Selatan. Ini sudah dua kali ia melakukan aksinya," ungkap Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Artha Ariawan.

Bahkan ada pelaku, kata Kompol I Wayan Artha Ariawan, yang merekrut pelaku baru yang beberapa masih di bawah umur.

"Ini kami bersinergi dengan polsek dan berhasil menangkap para pelaku. Dari para pelaku ada juga yang mengajak atau merekrut pelaku-pelaku baru dan beberapa anak-anak di bawah umur yang diajak untuk melancarkan aksinya," terangnya.

Baca: Polresta Denpasar Amankan 8 Pelaku Curat hingga Curanmor saat Operasi Pekat Agung 2019

Baca: WASPADA Payudara Gatal, Ini 6 Penyebab Yang Harus Segera Diperhatikan

"Ini juga kami jadikan target, jadi perlakuan untuk anak-anak disesuaikan dengan sistem peradilan anak. Dari para pelaku anak-anak ini tidak tampilkan, hanya pelaku-pelaku yang residivis dan pelaku utama yang kami hadirkan saat ini," lanjutnya.

Kompol I Wayan Artha Ariawan menambahkan, ada 3 anak yang terlibat dalam aksi curanmor, ada yang diajak sebagai driver saat beraksi, ada juga yang langsung diminta beraksi mengambil motor.

"Ada 3 anak yang ikut melakukan aksi curanmor. Mereka diajak, ada yang sebagai driver sepeda motornya, ada juga yang langsung diajak mengambil unit yang menjadi sasaran," tambahnya.

"Motifnya ya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang bukan masih status pelajar, tapi usianya masih di bawah 18 tahun. Tidak melanjutkan sekolah, lokasi beraksi di daerah Denbar dan Kuta Selatan," tuturnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved