Antisipasi Bencana, BSN Sosialisasikan SNI Desa Tangguh Bencana ke Desa/Kelurahan Rawan Tsunami

BSN mendukung langkah nyata yang dilakukan oleh BNPB untuk melindungi masyarakat yang berisiko rawan tsunami di 584 desa/kelurahan

Antisipasi Bencana, BSN Sosialisasikan SNI Desa Tangguh Bencana ke Desa/Kelurahan Rawan Tsunami
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Relawan Desa Tangguh Bencana, Desa Kusamba melakukan Simulasi Tsunami di Pantai Kusamba, Klungkung, Selasa (12/4/2016). Antisipasi Bencana, BSN Sosialisasikan SNI Desa Tangguh Bencana ke Desa/Kelurahan Rawan Tsunami 

Antisipasi Bencana, BSN Sosialisasikan SNI Desa Tangguh Bencana ke Desa/Kelurahan Rawan Tsunami

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendukung langkah nyata yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melindungi masyarakat yang berisiko rawan tsunami di 584 desa/kelurahan sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

Dukungan BSN yakni dengan ikut menyosialisasikan pentingnya menerapkan SNI 8357:2017 desa dan kelurahan tangguh bencana ke desa/kelurahan tersebut.

Penerapan SNI ini cukup penting, sebab, desa/kelurahan akan memiliki acuan yang jelas bagaimana memitigasi bencana termasuk kemungkinan dampak tsunami.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali mengatakan bahwa Indonesia yang merupakan negara rawan bencana perlu dilakukan pengelolaan yang baik terhadap risiko bencana.

“Dengan menerapkan SNI 8357:2017, diharapkan dapat menghindari, mencegah, mengurangi dampak bahaya dan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan bencana. Kami sangat mendukung dan mendorong penuh langkah BNPB dan desa tangguh bencana,” ucap Zakiyah dalam pelepasan Ekspedisi Destana Tsunami di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (12/07/2019) lalu.

Baca: Jika Teluk Benoa Dijadikan Kawasan Konservasi Maritim, Apakah Reklamasi Masih Mungkin?

Baca: Ini Kata Presiden Jokowi Soal Generasi Milenial yang Bakal Bergabung Dalam Kabinetnya

Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bola ketangguhan ber-SNI kepada kepala desa di Banyuwangi dan mengatakan bahwa SNI 8357:2017 menetapkan indikator desa dan kelurahan tangguh bencana yakni memiliki indikator dasar dan hasil.

Indikator dasar antara lain penguatan kualitas dan akses layanan dasar seperti penguatan kualitas layanan dan akses pendidikan formal maupun non formal; serta layanan kesehatan yang dapat diakses oleh semua masyarakat, sarana dan aksesibilitas transportasi.

Di samping itu, untuk indikator hasil diantaranya penguatan pengelolaan risiko bencana di mana desa dan kelurahan memiliki hasil kajian wilayah dengan perspektif kebencanaan; pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan risiko bencana, serta kegiatan aksi masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved