Karti Jadi Sopir Demi Nafkahi Sang Anak, Satu-satunya Perempuan Peserta Abdi Yasa Teladan 2019

Perempuan asal Desa Taro, Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali ini memilih menyambung hidup dengan berprofesi sebagai sopir

Karti Jadi Sopir Demi Nafkahi Sang Anak, Satu-satunya Perempuan Peserta Abdi Yasa Teladan 2019
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Foto Bersama - Ni Made Karti (baris kedua, 5 dari kiri) foto bersama dengan peserta dan tim, usai mengikuti Diklat Abdi Yasa Teladan 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali, di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat, Batubulan, Kabupaten Gianyar 9 s/d 12 Juli 2019. Karti Jadi Sopir Demi Nafkahi Sang Anak, Satu-satunya Perempuan Peserta Abdi Yasa Teladan 2019 

Karti Jadi Sopir Demi Nafkahi Sang Anak, Satu-satunya Perempuan Peserta Abdi Yasa Teladan 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berita Denpasar hari ini, menjadi ibu single parent karena suaminya meninggal tidak mematahkan semangat Ni Made Karti (32) untuk melanjutkan hidupnya.

Perempuan asal Desa Taro, Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali ini memilih menyambung hidup dengan berprofesi sebagai sopir.

Karti terpilih menjadi Duta Kabupaten Gianyar mengikuti program Abdi Yasa Teladan 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali, di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat, Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali pada 9 s/d 12 Juli 2019.  Ia menjadi satu-satunya perempuan yang mengikuti diklat tersebut.

Karti mengaku yang menjadi motivasi dirinya berprofesi sebagai sopir yakni karena alasan ekonomi, di mana suaminya sudah meninggal dunia sehingga dirinya lah yang harus membiayai hidup anak-anaknya. Diketahui Karti memiliki dua orang putri.

“Saya mencari pekerjaan yang lebih baik untuk menjamin hidup anak-anak saya ke depannya, karena suami saya sudah meninggal Desember 2016 lalu,” ujarnya saat ditemui usai Diklat, Jumat (12/7/2019).

Baca: Tiga Desa di Jembrana Terancam Kekurangan Air Bersih, 55 Hektare Sawah Kering di Desa Manistutu

Baca: Pembantaian Sadis di Papua Nugini: Tubuh Warga Terpotong-Potong Termasuk Ibu Hamil Dan Anak-anak

Saat ditanya apakah penghasilannya menjadi sopir mencukupi untuk menafkahi kedua putrinya, Karti pun menjawab cukup.

“Ya astungkara cukup,” ucapnya.

Dia menceritakan, pada awalnya sejak 2006 menjadi sopir pikap, kemudian pada 2017 beralih menjadi sopir bemo khusus untuk mengantar murid jurusan Gianyar-Tegalalang.

Selanjutnya Karti mendengar dari seorang kawannya bahwa Dishub Bali menyelenggarakan program Diklat Abdi Yasa Teladan, setelah itu kemudian diseleksi tingkat kabupaten dan akhirnya dirinya dipilih oleh PT Damri mewakili Kabupaten Gianyar.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved