Kelian Dinas dan Adat Tersangka Pungli Kipem

Kelian dinas dan kelian adat Dusun Sudihati, Desa Kintamani ditetapkan sebagai tersangka kasus pungutan liar (pungli)

Kelian Dinas dan Adat Tersangka Pungli Kipem
Tribun Jogja
Ilustrasi pungli - Kelian Dinas dan Adat Tersangka Pungli Kipem 

Namun sejak tahun 2015, perdes tersebut dicabut sehingga tidak ada lagi pungutan kipem pada penduduk pendatang.

Baca: Skenario Tamu Negara Sakit hingga Ada Penyusup Bawa Bom, Latihan Pengamanan VVIP Kodam IX/Udayana

Baca: Sambut HUT ke-25, Hatten Wines Gelar Bakti Sosial, Pap Smear hingga Operasi Katarak Gratis

“Perdes dicabut, mereka (kedua pelaku) menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya selaku perangkat desa dengan masih melakukan pungutan diam-diam, hingga akhirnya tertangkap pada tahun 2018,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku, total pungutan mencapai Rp 5 juta. Namun saat terjaring OTT, barang bukti yang diamankan sebesar Rp 2.050.000.

Besaran pungutan sejak masih berlakunya perdes hingga dicabut tidak berubah, yakni sebesar Rp 350 ribu.

“Pengakuannya, maksud untuk mendapatkan sejumlah uang, nantinya akan digunakan untuk membantu oprasional dan pembangunan sarana dan prasarana Banjar Sudihati. Namun kenapa berkurang, mereka tidak bisa mempertanggungjawabkannya,” bebernya.

Proses penyidikan perkara pungli selanjutnya ditangani oleh Unit III Tipikor Polres Bangli. Terhadap perkara tersebut, penyidik telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangli, terkait kelengkapan formil dan materielnya.

Dari hasil penelitian JPU, imbuhnya, perkara pungli kedua tersangka dinyatakan lengkap (P21).

“Sedangkan untuk Pelimpahan  tersangka dan barang bukti (tahap II), masih dilakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangli,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved