Koplak dan Men Coblong: Sebuah Kritik, Sindiran dan Lelaki yang Sadar Gender

Minggu esok, dua buku sastrawan Oka Rusmini yang berjudul Men Coblong dan Koplak akan diluncurkan sekaligus dibedah dalam program Pustaka Bentara

Koplak dan Men Coblong: Sebuah Kritik, Sindiran dan Lelaki yang Sadar Gender
Dok Oka Rusmini
Oka Rusmini bersama keluarga. Oka Rusmini kembali menertibkan dua karya terbarunya yaitu Koplak dan Men Coblong. Koplak dan Men Coblong: Sebuah Kritik, Sindiran dan Lelaki yang Sadar Gender 

Menurut Ole, awalnya ia berpikir Koplak dibuat dengan sangat mudah dan mungkin sekadar untuk bermain-main di tengah ledakan sejumlah novel pentingnya, semisal Tarian Bumi, belakangan Ole menyadari Oka menulis Koplak memiliki tujuan yang lebih berat ketimbang sekadar menghibur pembaca.

Novel Koplak karya Oka Rusmini.
Koplak karya Oka Rusmini. (Dok Oka Rusmini)

“Saat membacanya, saya tahu bahkan untuk penciptaan tokoh-tokohnya pun ia perhitungkan dengan cermat, demi tujuan mulia itu,” katanya.     

Ole mengatakan, Oka tampak punya konsep amat jelas kenapa cerita itu ditulis, dan kenapa harus bernama Koplak, seorang lelaki Bali yang hidup di desa dan memiliki “kekuasaan kecil-kecilan”.

Baca: Akhirnya, Prabowo Ucapkan Selamat ke Jokowi di Stasiun MRT, Warga Teriak We Love U

Baca: Andhika Wijaya Berharap Tiga Poin dari Banjarmasin Jadi Kado Ultah

“Konsep itu, saya pikir, untuk membuktikan bahwa lelaki Bali bisa juga jadi “feminis lelaki”. Untuk mencapai tujuan dari konsep-konsep itu, Oka dengan sangat perhitungan menciptakan tokoh imajinatif yang tentu saja masih bisa ditemukan di dunia kenyataan di Bali,” imbuhnya.

I Putu Koplak alias Koplak, lelaki koplak yang memandang beragam persoalan hidup dengan cara karikatural. Apa pun yang terjadi bagi Koplak adalah lelucon.

Koplak, oleh Oka, disebut lahir 30 September 1971, memilki seorang istri, Ni Luh Wayan Langir, lahir 11 Mei 1980 dan meninggal ketika melahirkan anak perempuan, Ni Luh Putu Kemitir, 8 April 1995.

Untuk urusan kisah cinta, disebutkan Koplak jatuh cinta pada Langir sejak kelas 3 SD.

Novel Men Coblong karya Oka Rusmini.
Men Coblong karya Oka Rusmini. (Dok Oka Rusmini)

Koplak adalah seorang kepala desa atau biasa disingkat kades, atau di Bali biasa juga disebut perbekel, di Desa Sawut.

Ia seorang petani, hidup dari hasil-hasil pertanian di sebuah desa yang tenang dengan warga yang saling cinta.

Oka juga menciptakan tokoh Ida Ayu Putu Teluh, nenek Koplak yang menikah dengan kakek Koplak, I Wayan Sentana. Kakek Koplak punya adik, Ni Luh Made Payung.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved