Uang yang Diduga Palsu Bakal Dikirim ke Lab Forensik

Kasus dugaan uang palsu yang diterima oleh salah satu nasabah Bank BRI Unit Seririt, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan polisi

Uang yang Diduga Palsu Bakal Dikirim ke Lab Forensik
tribunnews
Ilustrasi uang palsu. Seorang nasabah BRI Unit Seririt diduga menerima beberapa lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Kasus ini pun telah dilaporkan ke Mapolsek Seririt, dan masih dalam tahap penyelidikan. Uang yang Diduga Palsu Bakal Dikirim ke Lab Forensik 

Uang yang Diduga Palsu Bakal Dikirim ke Lab Forensik

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berita Buleleng hari ini, kasus dugaan uang palsu yang diterima oleh salah satu nasabah Bank BRI Unit Seririt, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

Barang bukti berupa uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 28 lembar, akan segera dikirim ke Lab Forensik Denpasar, untuk mengetahui secara pasti, apakah uang tersebut benar-benar palsu atau tidak.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/7/2019), mengatakan kasus dugaan uang palsu itu telah dilimpahkan dari Polsek Seririt ke Polres Buleleng.

Hal ini dilakukan lantaran kasus dinilai cukup berat, terlebih menyeret sebuah instansi. Sehingga proses penyelidikan kini dilakukan oleh Aparat Satuan Reskrim Polres Buleleng.

Menurut laporan, korban (nasabah) yang menerima uang palsu tersebut bernama Slamet.

Baca: Jika Teluk Benoa Dijadikan Kawasan Konservasi Maritim, Apakah Reklamasi Masih Mungkin?

Baca: Ini Kata Presiden Jokowi Soal Generasi Milenial yang Bakal Bergabung Dalam Kabinetnya

Pria asal Dusun Brongbong, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng itu, sebut Iptu Sumarjaya, mencairkan tabungannya sebesar Rp 50 juta di Bank BRI Unit Seririt, pada 28 Juni 2019 lalu.

Namun korban rupanya baru menyadari jika di dalam uang tabungannya tersebut terselip beberapa lembar uang yang diduga palsu, pada Minggu (30/6/2019).

Di mana saat itu Slamet hendak membeli bensin di sekitar SPBU Seririt. Oleh petugas SPBU, uang pecahan Rp 100 ribu yang diserahkan oleh Slamet diklaim palsu.

Hingga akhirnya, Slamet pun mendatangi kantor BRI Unit Seririt, dengan maksud ingin menukarkan uang palsu tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved