Ditarget Rampung September, PUPR Badung Kebut Pembangunan Balai Budaya

Gedung Balai Budaya ditarget bisa rampung September dan akan digunakan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Mangupura yang ke-10

Ditarget Rampung September, PUPR Badung Kebut Pembangunan Balai Budaya
Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi Gedung Balai Budaya Graha Mangu Mandala di wilayah Puspem Badung, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pengerjaan pembangunan Gedung Balai Budaya kini terus dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.

Pasalnya Gedung Balai Budaya yang berada di kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung itu akan digunakan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Mangupura yang ke-10.

Kabid Cipta Karya PUPR Kabupaten Badung, IGA Ngurah Arinda Trisnawati mengaku pihaknya kini terus mengejar target pembangunan Balai Budaya tersebut.

Bahkan ia memastikan proyek yang dikerjakan tahun 2018 itu akan rampung bulan September 2019 mendatang.

“Sesuai dengan target kami terus kejar pembangunanya agar selesai pada bulan September ini,” ujarnya saat dikonfimasi Sabtu (13/7/2019).

“Sekarang kan masih finishing, juga dilakukan penataan taman dan akses jalannya. Ini (gedung- red) akan digunakan untuk seniman-seniman yang mengisi perayaan HUT Mangupura,” jelas Arinda seraya mengatakan HUT Mangupura akan dirayakan pada 16 November 2019 mendatang.

IGA Ngurah Arinda Trisnawati menambahkan, progres pengerjaannya sudah mencapai 82 persen.

Disinggung mengenai rasionalisasi anggaran di Badung, pihaknya menegaskan bahwa untuk pembangunan gedung Balai Budaya bertaraf internasional itu tidak ada pemangkasan.

“Pemangkasan anggaran tidak ada, kemarin tender untuk pembangunan gedung bangunan tempat pertemuan. Pemasangan fasilitas mekanikal, elaktrikal, dan plubing (MEP) juga tidak ada masalah. Ini kan pembangunan di tahun jamak jadi tidak ada masalah pendanaannya,” bebernya.

Seperti diketahui, pembangunan gedung Balai Budaya (Graha Mangu Mandala) dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur.

Pagu anggaran Rp 336 miliar dengan nilai kontrak proyek  Rp 317 miliar.

Sesuai perencanaan, gedung yang didesain bisa menampung sekitar 2.600 penonton dituntaskan lengkap dengan peranti pendukungnya seperti LED, sound system, dan lighting yang berstandar internasional serta lainnya.

Konon, Balai Budaya tersebut nantinya tak hanya digunakan untuk ajang atraksi kesenian. Melainkan juga untuk kegiatan formal seperti pertemuan para seniman dan juga tempat-tempat rapat. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved