DLHK Denpasar Klaim Perwali 36 Tahun 2018 Kurangi Penggunaan Kantong Plastik 12 Juta Lembar

Bertempat di Pasar Anyar Sari, Desa Padangsambian Denpasar dilaksanakan kegiatan Bali Resik Sampah Plastik.

DLHK Denpasar Klaim Perwali 36 Tahun 2018 Kurangi Penggunaan Kantong Plastik 12 Juta Lembar
Foto Humas Pemkot Denpasar
Acara Bali Resik Sampah Plastik, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Bertempat di Pasar Anyar Sari, Desa Padangsambian Denpasar dilaksanakan kegiatan Bali Resik Sampah Plastik.

Kegiatan ini digelar Minggu (14/7/2019) pagi yang diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur desa dan masyarakat setempat.

Sebelum melaksanakan kegiatan pungut sampah plastik, peserta diberikan kantong sampah dan penjepit.

Dirut PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan pihaknya telah melakukan pengurangan sampah plastik pada pasar rakyat.

Ia mengatakan telah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang dan konsumen di seluruh pasar yang ada di Kota Denpasar.

"Dengan kegiatan ini, semoga masyarakat maupun pedagang lebih gencar dalam pembatasan plastik sekali pakai dalam mewujudkan Bali bebas sampah plastik sekali pakai," kata Kompyang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Ketut Wisada mengatakan dari survei yang dilakukan, sejak Perwali Nomor 36 tahun 2018 ini diterapkan sangat efektif dalam pengurangan sampah plastik.

Pendataan pada bulan Mei 2019, terjadi penurunan persentase penggunaan kantong plastik untuk periode bulan Februari hingga April 2019.

Persentase penurunan mencapai 99,60% atau sekitar 12.981.234 lembar jika dibandingkan dengan data pemakaian kantong plastik pada tahun 2018 atau sebelum Perwali Nomor 36 Tahun 2018 diberlakukan.

Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar juga telah mengeluarkan Instruksi Walikota Denpasar Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah yang mengatur pengurangan sampah termasuk sampah plastik sampai ke tingkat pasar tradisional dan usaha kegiatan lainnya di Kota Denpasar.

Melalui penerapan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 dan Instruksi Walikota Denpasar Nomor 1 Tahun 2018 ini, volume penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional dan kegiatan usaha lainnya di Kota Denpasar telah mengalami penurunan.

Adapun persentase penurunannya masing-masing sebesar 54,26% untuk pasar tradisional dan 86,27% untuk usaha lainnya yang berada di ruas-ruas jalan di Kota Denpasar.

"Sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional secara rutin dilaksanakan oleh Tim Pengurangan Sampah Plastik Pemerintah Kota Denpasar bersama Juru Pemantau Lingkungan (Jumali) yang disertai dengan pembagian tas ramah lingkungan," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa mengatakan hingga kini, di Kota Denpasar telah terbentuk sebanyak 100 bank sampah.

Dari 100 bank sampah tersebut, baru 56 bank sampah yang tergabung dalam aplikasi 56 bank sampah tergabung dalam aplikasi Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling).

Adapun keanggotaan Sidarling hingga kini sebanyak 6.275 orang.

“Sekarang tidak ada target (anggota), yang penting kerja maksimal karena sesuai dengan harapan, makin banyak bank sampah makin banyak masyarakat memilah sampah untuk dibawa ke bank sampah sehingga mengurangi volume sampah anorganik di TPA,” kata Wirabawa ketika dikonfirmasi Sabtu (13/7/2019) siang.

Ia menambahkan, “kami berupaya terus sosialisasikan dan edukasi guna mendukung pembentukan bank samaph di desa lurah dan banjar-banjar, semakin banyak terbentuk dengan harapan sampah yang terpilah pun semakin banyak.”

Menurutnya program bank sampah yang juga terintegrasi dengan aplikasi Sidarling ini merupakan program pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga berbasis NIK.

Aplikasi Sidarling ini juga menyediakan penghargaan (reward) bagi nasabah yang sudah mencapai point pengumpulan tertentu.

Pemberian reward didasarkan pada jumlah point yang dimiliki oleh anggota yakni silver untuk pengumpulan point 0-24.

Poin ini akan mendapat Iayanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis.

Untuk kategori gold mengumpulan point 25-75 dengan Iayanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, discount belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan seperti KK, KTP, Perizinan, BPD, Pembayaran air atau listrik, pelayanan rumah sakit dan puskesmas.

Dan untuk platinum mampu mengumpulan point 75 ke atas dengan pelayanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, discount belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan yakni KK, KTP, Perizinan, BPD, dan Pembayaran air atau listrik, pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah.

"Melalui pelaksanaan sistem ini dan beberapa upaya serta inovasi tersebut diharapkan semakin banyak komponen masyrakat yang secara aktif turut menjalan kelestarian lingkungan demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari demi keberlanjutan generasi sekarang dan yang akan datang," katanya. (*)


Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved