Kodam Bikin Skenario Pasukan TNI Amankan Presiden dari Demo dan Bom di Nusa Dua Bali

Kodam IX/Udayana menggelar simulasi penanganan demonstrasi dan ancaman teror bom terhadap tamu negara sekelas kepala negara.

Kodam Bikin Skenario Pasukan TNI Amankan Presiden dari Demo dan Bom di Nusa Dua Bali
Tribun Bali/Zaenal Arifin
Simulasi - Suasana simulasi pengamanan VVIP dalam skenario ancaman bom di lokasi kegiatan tamu kenegaraan, Sabtu (13/7/2019) di Nusa Dua, Badung, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Kodam IX/Udayana menggelar simulasi penanganan demonstrasi dan ancaman teror bom terhadap tamu negara sekelas kepala negara.

Simulasi digelar di Nusa Dua tempat para kepala negara dan acara internasional biasa digelar.

Simulasi yang digelar bermula tamu VVIP (kepala negara) akan menghadiri pertemuan Internasional di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua.

Namun di tengah perjalanan menuju The Westin Resort sejumlah pengunjuk rasa menghadang dan menolak kedatangan kepala negara tersebut.

Petugas keamanan ring satu dari Kodam IX/Udayana berhasil membubarkan para pendemo.

Hingga akhirnya rombongan tiba di hotel tempat menginap, tak lama ibu negara sakit, dan harus mendapatkan penanganan medis dibawa ke BIMC Hospital.

Lalu begitu membaik kondisinya langsung menuju ke BICC untuk menghadiri pertemuan internasional, begitu rombongan tiba, tak lama orang tak dikenal membawa benda mencurigakan.

Si pemeran dalam simulasi ini memaksa masuk ke area pertemuan, namun berhasil diamankan, benda mencurigakan tersebut pun diledakkan tim Jihandak Kodam IX/Udayana.

Begitulah skenario simulasi pelatihan pengamanan VVIP Kodam IX/Udayana yang dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto.

“Latihan ini saya tutup hari ini (kemarin) sebelumnya lima hari dibuka. Dimana latihan ini digelar guna meningkatkan profesionalisme satuan Kodam IX/Udayana dalam pengamanan VVIP. Karena pengamanan ini bagian dari rumusan tugas pokok TNI, yang dijabarkan dari operasi militer selain perang,” imbuh Mayjen TNI Benny Susianto, Sabtu (13/7).

“Selain skenario pengamanan VVIP dari ancaman bom dan lain-lain, juga dihadirkan skenario bahaya bencana alam. Kita mainkan itu semua supaya semua kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan tamu VVIP,” tambahnya.

Usai simulasi, orang nomor satu di Kodam IX/Udayana ini langsung mengevaluasi seluruh kegiatan secara langsung.

Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan pihaknya selaku pengelola kawasan The Nusa Dua mengaku bangga dalam beberapa kesempatan dipilih untuk lokasi penyelenggaraan konferensi Internasional.

“Tentunya dengan diadakan konferensi itu menjadi value tambahan bagi kami selaku pengelola,” ucap Ngurah Ardita. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved