Pencemaran Saluran Air Belum Tersentuh Satpol PP Gianyar, ‘Padahal Sudah Ada Perda Sejak 2015’

Pencemaran lingkungan dari zat berbahaya serta plastik, masih terjadi di Kabupaten Gianyar.

Pencemaran Saluran Air Belum Tersentuh Satpol PP Gianyar, ‘Padahal Sudah Ada Perda Sejak 2015’
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Selokan di jalan nasional Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud tercemar limbah cair dan plastik. Foto diambil, Minggu (14/7/2019) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pencemaran lingkungan dari zat berbahaya serta plastik, masih terjadi di Kabupaten Gianyar.

Ironisnya hal ini terpantau di jalur nasional, tepatnya Jalan Raya Tebongkang, Singakerta Ubud.

Padahal, Pemkab Gianyar telah memiliki Perda nomor 15 tahun 2015 tentang larangan membuang sampah, limbah cair dan kotoran lainnya ke sungai, selokan dan saluran pembuangan air, dengan saksi hukuman tiga bulan penjara atau denda Rp 25 juta.

Pantauan Tribun Bali di Jalan Raya Tebongkang, Ubud, Minggu (14/7/2019), di sebelah timur jalan nasional tersebut terdapat selokan terbuka, dengan kedalaman sekitar dua meter dengan lebar sekitar satu meter.

Di dalam selokan tersebut terdapat cairan berwarna abu dengan bau yang menyengat. Sejumlah kantung plastik berisikan sampah yang terikat rapi, juga mengotori selokan ini.

Kondisi ini berada di keramaian. Tak hanya itu, saluran selokan ini juga bermuara ke saluran irigasi pertanian.

Ironisnya lagi, masyarakat setempat terkesan tidak mempedulikan kondisi tersebut.

Bahkan, mereka saling lempar tanggung jawab terhadap kondisi ini.

“Tidak tahu, siapa yang membuang. Memang dari dulu sudah seperti ini,” ujar seorang warga sambil berlalu.

Tak hanya selokan yang menjadi sasaran pembuangan sampah sembarangan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved