Malam Penutupan Bali Yang Binal #8 Diisi Berbagai Kegiatan

Penutupan Bali Yang Binal #8 Energi Esok Hari yang diadakan di sisi utara Lapangan Lumintang, Denpasar, Bali

Malam Penutupan Bali Yang Binal #8 Diisi Berbagai Kegiatan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengunjung melintas di depan Pameran Mural dalam rangkaian penutupan acara Bali Yang Binal #8 di Taman Lumintang, Denpasar, Minggu (14/7/2019). Selain pameran Mural, BYB#8 menghadirkan berbagai acara mulai dari acara musik, workshop sampai dengan lapakan kerajinan tangan. Malam Penutupan Bali Yang Binal #8 Diisi Berbagai Kegiatan 

Malam Penutupan Bali Yang Binal #8 Diisi Berbagai Kegiatan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lapangan Lumintang pada Minggu (14/7/2019) terlihat ramai dengan kunjungan masyarakat Kota Denpasar.

Ada yang sekadar olahraga sore dan berkumpul bersama keluarga, dan ada juga yang datang untuk mampir ke acara penutupan Bali Yang Binal #8 Energi Esok Hari yang diadakan di sisi utara Lapangan Lumintang, Denpasar, Bali.

Sejak sore hari, Komunitas Pojok yang merupakan penggagas acara ini menghadirkan berbagai kegiatan, seperti acara musik, workshop serta menghadirkan lapak yang menawarkan buku sampai dengan kerajinan tangan.

Pengamat Sebut Go-Jek Jadi Pilihan Milenial karena Fokus Berinovasi

Awalnya Ragu Jadi Pengusaha, Kini Amik Bisa Raup Omzet Hingga Rp 35 Juta

Panitia Kegiatan, Wis yang ditemui Tribun Bali dalam kesempatan tersebut menyebutkan, kegiatan Bali Yang Binal ini diadakan setiap dua tahun sekali.

Awal pelaksanaan kegiatan ini, ada pameran baliho serta pembuatan mural di 24 titik di Kota Denpasar.

Pada tanggal 6-7 Juli 2019 dilaksanakan pembuatan mural di Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, Bali.

"Total seniman yang terlibat mural ada 24 seniman yang berasal dari Bali, Jogja, Jakarta dan Malang," ujar Wis.

Kecewa Kepemimpinan Wasit, Melvin Platje: Kami Bertarung Lawan Para Wasit Bukan Pemain

Dengerin Musik Buat Refreshing? Kenapa Nggak!

Melalui kegiatan dua tahun sekali ini, Wis beserta rekan-rekannya ingin memberikan tanggapan mengenai PLTU.

"Menurut kami pemilihan pembangkit listik tenaga batu bara adalah cara yang tergesa-gesa, kalau kita hidup di tropis ini banyak cara yang bisa digunakan sebagai bahan pembangkit litrik, dan bahan tersebut lebih ramah lingkungan seperti angin, air atau matahari," sebutnya.

Pada malam penutupan ini, juga dipamerkan sebanyak 20 baliho berkaitan erat dengan tema Bali Yang Binal #8 yakni Energi Esok Hari.

Menurut Wis, kegiatan selanjutnya akan menghadirkan berbagai kejutan menarik dan berbeda dibandingkan pelaksanaan Bali Yang Binal tahun-tahun sebelumnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved