Tim Gabungan Sidak di Pelabuhan Gilimanuk, 31.600 Sapi Keluar Bali Tahun Ini

Kuota pengiriman sapi Bali ke luar Bali, tahun ini sebanyak 31.600 ekor. Tim gabungan lakukan pengecekan di Pelabuhan Gilimanuk

Tim Gabungan Sidak di Pelabuhan Gilimanuk, 31.600 Sapi Keluar Bali Tahun Ini
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Dok. Tribun Bali - Kondisi Pasar Beringkit. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kuota pengiriman sapi Bali ke luar Bali, tahun ini sebanyak 31.600 ekor.

Antisipasi adanya pengiriman sapi ilegal, di luar kuota, maka tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali, Perijinan dan Satpol PP Provinsi serta Kepolisan melakukan inspeksi mendadak, Sabtu (13/7/2019) malam.

Sidak dilakukan dengan mengecek kelengkapan dokumen sapi, yang ke luar melalui Pelabuhan GIlimanuk.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Wayan Mardiana, mengatakan, kuota sapi Bali yang dikirim ke luar memang cukup tinggi. Karena itu kelengkapan perijinan pengiriman Sapi Bali mesti diawasi.

Tim pun memastikan pengiriman sudah sesuai dan mengikuti aturan terkait perlindungan Sapi Bali. Karena itu, pengecekan tidak hanya ketika ke luar, tetapi juga sejak sapi dinaikkan di Pasar Bringkit.

Persiapan sebelum Sidak dilakukan oleh petugas gabungan, Sabtu (14/7/2019) sore hingga malam.  Tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali, Perijinan dan Satpol PP Provinsi serta Kepolisan melakukan inspeksi mendadak, Sabtu (13/7) malam mengecek kelengkapan dokumen sapi, yang ke luar melalui Pelabuhan GIlimanuk.
Persiapan sebelum Sidak dilakukan oleh petugas gabungan, Sabtu (14/7/2019) sore hingga malam. Tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali, Perijinan dan Satpol PP Provinsi serta Kepolisan melakukan inspeksi mendadak, Sabtu (13/7) malam mengecek kelengkapan dokumen sapi, yang ke luar melalui Pelabuhan GIlimanuk. (Istimewa/Tim Gabungan)

"Yang kami cek, semuanya sudah sesuai. Antara jumlah sapi dan dokumen tidak ada kelebihan atau penyimpangan," ucapnya, Minggu (14/7/2019).

Mardiana mengaku, memang hanya perlu ada evaluasi terhadap pengiriman.

Sebab, dari pemeriksaan ada beberapa truk yang diperiksa, pengirimannya menggunakan dokumen tiga set (harus berirngan tiga truk). Akan tetapi, pengiriman menerapkan shift yakni sewaktu pagi dan sore hari.

Singkat kata, ada jeda waktu pengiriman pagi dan siang dengan dokumen yang sama.

"Evaluasinya itu, karena dokumennya 45, tetapi dikirim dengan dua truk masing-masing 22 ekor dan 23 ekor. Namun waktu berbeda, pagi dan sore. Semestinya pengiriman dua truk tersebut dilakukan beriringan. Ini kita evaluasi," jelasnya.

Menurut dia, sidak dilakukan sewaktu-waktu khususnya di pintu-pintu keluar Bali.

Sesuai Perda nomor 10 tahun 2017, pengiriman sapi Bali keluar pulau diperbolehkan asalkan bukan yang produktif, baik itu sapi betina maupun anak sapi.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi menyatakan, pihaknya menegakkan Perda 10 tahun 2017 tentang pengiriman Sapi Bali.

Hasilnya, mulai sore hingga malam ada empat truk dengan total 90 ekor sapi, yang dokumen ijin dan jumlanya sesuai.

"Isi dari truk itu macam-macam. Ada satu truk berisi 15 ekor, 30 ekor, 20 ekor dan 25 ekor. Kami periksa setelah loket tiket masuk Pelabuhan. Seluruhnya memenuhi syarat, dokumen langkap, ijin ada dan fisik sapi nya sehat. Sesuai kuota dan ketentuan dalam Perda 10 tahun 2017," paparnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved