Konsumsi Ikan Asin, Menkes Nila Moeloek: Bukan Enggak Boleh, tapi Mesti Diatur

Konsumsi Ikan Asin, Menkes Nila Moeloek: Bukan Enggak Boleh, tapi Mesti Diatur

Konsumsi Ikan Asin, Menkes Nila Moeloek: Bukan Enggak Boleh, tapi Mesti Diatur
kompas.com
Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA — Makanan yang terlalu gurih dan asin dapat memancing darah tinggi atau hipertensi karena tingginya kandungan garam.

Lalu bagaimana dengan ikan asin?

Makanan yang kerap disajikan dengan cara digoreng dan biasa dipasangkan dengan sambal ini memang banyak di gemari masyarakat.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebutkan walaupun rasanya enak namun karena kadar garamnya tinggi jumlah pengonsumsiannya harus dibatasi.

“Bukan enggak boleh, tapi mesti diatur, saya baru kemarin makan ikan asin, enggak masalah. Tapi kan kita harus atur keseimbangannya,” kata Nila saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Kemudian terapkan juga pola makan seimbang, jadi kalau sudah memilih ikan asin sebagai lauk pilih lauk lainnya yang tidak terlalu mengandung tinggi garam.

“Kalau udah makan isan asin ya jangan ditambah dengan yang tinggi garamnya. Jadi kita harus seimbang,” papar Menkes Nila.

Untuk membantu masyarakat mengatur kandungan garam pada makanan untuk menghindari hipertensi, Menkes mengimbau Kementerian Perindustrian memperketat aturan, kepada para penyedia produk makanan untuk menuliskan besaran kandungan di bungkus makanan.

“Saya menghrapakan kemenperin memberikan tanda bahwa ini garamnya tinggi atau gulanya tinggi, jadi misal kalau diabtes bisa lihat kalau ini tinggi gula. Itu namanya mengubah kita,” kata Menkes Nila.

Hipertensi sekarang ini jadi masalah tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, hingga stroke.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menteri Kesehatan Nila Moeleok Imbau Jangan Makan Ikan Asin Berlebihan

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved