Kronologi Temuan Jenazah di Subak Ketewel, Pekak Tanggu Meninggal Terpeleset di Sawah

Pada wajah korban asal Banjar Kacagan, Ketewel ini ditemukan sejumlah bekas luka.

Kronologi Temuan Jenazah di Subak Ketewel, Pekak Tanggu Meninggal Terpeleset di Sawah
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi temuan jenazah 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seorang petani, I Wayan Tanggu (70), ditemukan tewas di sebuah parit di Subak Nyalungan Banjar Kecupin, Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Senin (15/7) pukul 08.00 Wita.

Pada wajah korban asal Banjar Kacagan, Ketewel ini ditemukan sejumlah bekas luka.

Selain  itu, pihak kepolisian juga menemukan pisau tajam berupa belakas. Namun demikian, dugaan kuat korban meninggal dunia bukan karena pembunuhan.

Berdasarkan data Polsek Sukawati yang dihimpun Tribun Bali, tewasnya Pekak Tanggu pertama kali diketahui oleh Pekaseh Subak Nyalungan, I Nyoman Ratis (65).

Saat itu, I Nyoman Ratis tengah melakukan tugasnya meninjau pembagian air irigasi ke sawah-sawah petani.

Ketika mengecek di salah-satu titik parit, Ratis melihat ada seorang lelaki, yakni Pekak Tanggu, tengah tertelungkup, dengan kepala terendam ke air.

Mayat Wayan Tanggu Ditemukan Telungkup Kaku di Desa Ketewel, Kepalanya Terendam Air
Mayat Wayan Tanggu Ditemukan Telungkup Kaku di Desa Ketewel, Kepalanya Terendam Air (DOK POLSEK SUKAWATI)

Ratis sempat berusaha membangunkan, namun saat itu kondisi korban telah kaku.

Suara Ratis saat berusaha membangunkan Pekak Tanggu cukup keras, sehingga didengar oleh dua orang petani lain.

Akhirnya, seorang petani melaporkan kejadian tersebut pada kelian setempat.

Tak berselang lama, aparat kepolisian dari Polsek Sukawati datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved