Sempat Terjadi Kepanikan di RSUP Sanglah Saat Gempa Mengguncang Bali

Salah satu pasien, Nengah Nurini (49) menceritakan, saat terjadi gempa, ia tengah berada di apotek dan berlari ke taman.

Sempat Terjadi Kepanikan di RSUP Sanglah Saat Gempa Mengguncang Bali
Tribun Bali / Noviana Windri
Suasana Ruang Angsoka RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (16/7/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gempa mengguncang Bali dengan kekuatan 6.0 SR yang telah dimutakhirkan menjadi 5,8 SR, Selasa (16/7/2019) pagi pukul 07.18 Wita.

Akibat gempa tersebut, puluhan pegawai dan penjenguk di RSUP Sanglah berhamburan menyelamatkan diri.

Salah satu pasien, Nengah Nurini (49) menceritakan, saat terjadi gempa, ia tengah berada di apotek dan berlari ke taman.

"Saya pas ambil obat di dalam apotek. Semuanya keluar itu. Pegawai juga keluar masih bawa map-map gitu. Tapi yang ada di dalam ruangnya belum sempat keluar mereka karena gempanya gak lama," ucapnya.

Sementara, Kadek Kerni, orangtua dari pasien yang berada di ruang Angsoka lantai 3 ruang 301 menuturkan ia dan anaknya berlari keluar saat terjadi gempa.

"Saya lari keluar dengan anak saya yang dirawat. 2 orang pasien diam saja di atas kasur karena mungkin tidak kuat jalan. Keras sekali gempanya. Saya lari sampai pintu saja," ceritanya.

Sementara, Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna saat dikonfirmasi menuturkan pasien yang dirawat tidak sampai keluar gedung.

"Tidak ada yang sampai keluar gedung. Hanya di dalam saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved